Anugerah

~ Hidup adalah Anugerah sudah semestinya kita selalu bersyukur atas hari - hari yang kita lewati ..karena waktu yang telah berlalu tak mungkin kembali dan yang akan datang menjadi sebuah masa depan ~

Rabu, 29 Februari 2012

SPIRIT


BUSHIDO

Kata bushido berasal dari bushi  'prajurit'  atau 'ksatria' dan dou 'jalan'. Bushido  dapat diartikan sebagai jalan hidup seorang prajurit /ksatria. Bushido memiliki tujuh kode etik yaitu :
  1. Gi  atau pengambilan keputusan berdasarkan kebenaran. Meskipun mati dengan keputusan itu, maka matilah dengan gagah karena kematian itu terhormat.
  2. Yu atau ' berani ' dan ' ksatria '.
  3. Jin atau ' murah hati ' dan  'mencintai sesama '.
  4. Re atau ' santun ' dan ' bertindak benar'.
  5. Makoto atau 'bersikap tulus tanpa pamrih'.
  6. Meiyo atau 'menjaga kehormatan, martabat dan kemuliaan'.
  7. Chugo atau 'mengabdi dengan loyal '.
Nilai - nilai prinsipal itu terus ditanamkan dalam hati sehingga menjadi prinsip hidup. Nilai ini berasal dari ajaran Budha tentang kepercayaan, tenang pada nasib serta pasrah pada hal - hal yang tidak terelakkan. Selain itu Bushido juga bersumber pada agama Shinto tentang nilai - nilai kesetiaan pada kaisar / pemimpin dan menghormati arwah leluhur.

Nilai Bushido berkembang pada era feodal Jepang, dimana golongan Samurai menempati posisi tertinggi dalam stratifikasi sosial dan disegani oleh golongan lainnya. Nilai bushido berkembang sesuai dinamika zamannya. Pada zaman pertengahan abad ke – 12 hingga abad ke – 15  bushido dimaknai sebagai ‘ Ware Kyusen no michi ni tarei. Ima no ya niha Uchikatsu wa Matte Kimitosu ‘ ( Jalan keprajuritan kita di dunia saat ini ialah meraih kemenangan dalam pertarungan ). Dan filosofi dari Bushido adalah ‘Meraih kemenangan dalam suatu pertarungan adalah segalanya’.

Semangat Bushido yang kental menjadi pedoman moral dan etika bangsa Jepang, sehingga tidak heran jika nilai – nilai bushido sangat terpatri di masyarakat. Secara garis besar  terdapat tiga faktor yang menonjol dalam budaya kerja Jepang, yaitu kepercayaan (trust ), disiplin dan kualitas. Tiga faktor ini berhasil menjadi penopang sukses negeri Sakura. Ketiganya dilandasi oleh dua semangat besar , yaitu  kerja keras (bushido ) dan harga diri (samurai ). Wajar kalau ada kegagalan , maka yang menanggung malu bukan organisasi / perusahaan , melainkan para pekerja yang merasa kehilangan harga diri.

Semangat seperti ini berhasil menghidupkan dan mengembangkan  ekonomi dan industri Jepang dengan disiplin tinggi , pekerja keras ,penuh tanggung jawab dan punya rasa malu bila melakukan perbuatan yang merugikan. Semangat yang selalu terus hidup walaupun di zaman Jepang modern seperti sekarang sudah tidak ada lagi kaum samurai .




Tidak ada komentar:

Posting Komentar