Anugerah

~ Hidup adalah Anugerah sudah semestinya kita selalu bersyukur atas hari - hari yang kita lewati ..karena waktu yang telah berlalu tak mungkin kembali dan yang akan datang menjadi sebuah masa depan ~

Kamis, 26 Juli 2012

" Percikan Hikmah " '


Makna Usia


" Apa makna usia ? " tanya seorang  murid kepada seorang mursyid.


Jawabannya: " Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Rasulullah SAW : ' Apabila  hari ini  amal pekerjaan Anda masih sama dengan hari kemarin, berarti  Anda merugi. 
Bila lebih jelek daripada kemarin terkutuk namanya, Bila lebih bagus barulah termasuk beruntung '.


Nah, apakah usia Anda yang setiap saat berkurang, telah digantikan oleh hal - hal yang baik, atau sebaliknya  ? .. Disitulah makna Usia Anda "

Jumat, 20 Juli 2012

" Suara "


 Suara itu ..tak pernah bosan aku mendengarnya ...suara tawamu hari ini ..mengobati kerinduan yang terhalang jarak ...suara yang  selalu aku rindukan ..yang hanya bisa dibiaskan dalam doa

Rindu suara kakanda ..

Kamis, 19 Juli 2012

COBALAH MENGERTI - Ariel, Uki, Lukman, Reza, David Feat.Momo Geisha

" Cobalah Mengerti "



Aku tak kan
Pernah berhenti
Akan terus memahami
Masih terus berfikir
Bila harus memaksa
Atau berdarah untukmu
Apapun itu asalkan
Mencoba menerima
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Dan kamu hanya
Perlu terima
Dan tak harus memahami
Dan tak harus berfikir
Hanya perlu mengerti
Aku bernafas untukmu
Jadi tetaplah di sini
Dan mulai menerimaku
Chorus:
Cobalah mengerti
Semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan
Rindu ini menjadi satu
Biar waktu memisahkan

Rabu, 18 Juli 2012

~ Just Wish ~


Pagi ini berasa beda ..entah darimana datangnya angin lembut ini ...melangkah masuk menyusuri ruang hati ...
langkah ringan yang tak biasa terdengar sayup - sayup lagu " Cobalah Mengerti " ..hmm .. apakah aku tertinggal sesuatu ...entahlah ...


Siangku telah tiba ..rutinitas dan tugas yang banyak menyita hampir 1/2 waktuku di depan komputer yang setia menemani jari - jariku menari ..mengerjakan lembar demi lembar angka yang harus dikalkulasikan ...
tapi mengapa  ..rasa itu datang lagi ...ya rasa hangat yang tiba - tiba ...membuatku penasaran  " ada apa dengan hatiku ..?? "


Menjelang waktu pulang ..kubuka dunia mayaku ..tempat ku berinteraksi dan mendapatkan 1/2 harapku di dunia kecilku itu ..ternyata ada yang meninggalkan pesan ..hmm ..brlanjut dengan obrolan ringan khas " room chat " dan dari sanalah ..aku tahu asal hangat hatiku ..." ada misi rahasia " yang meski hanya mengetahuinya membuatku tak berkutik ...


Matahari tenggelam ..hatiku terasa penuh ..tanpa emosi hanya hangat yang lebih mendalam dan tenang ..aku sendiri tak yakin ..apakah semua ini nyata ..? jika ini hanya mimpi ..maka ini adalah mimpi yang sempurna ..dan harta terindah walau hanya fatamorgana ..


Tak ada yang pernah tahu apa rencana Tuhan ..tapi baginya..tidak ada yang tidak mungkin ..,maka yakinlah ..karena " Kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya ..tapi perlu sebuah perjuangan untuk mendapatkannya "


~ Harapku ~




Safitri, 18/07/12

Selasa, 17 Juli 2012

Carilah dia si "Iffah" !






Oleh : Junan Helmy Nasution


Seorang suami muda yang baru 1 bulan nikah, pulang dari perjalanan jauh tanpa membawa apa-apa. Ia meninggalkan istrinya selama 3 hari, naas baginya, piutang yang ditagih tidak dibayar orang, uang yang dibawa habis pula, sedang janji semula, si istri akan dibawakan oleh-oleh.

Kian dekat ke rumah, kian kusut masai hati dan pikirannya, beberapa bayangan jahat mengganggunya: "baru sekali meninggalkan istri sudah gagal, kau akan dituduhnya penipu, cintamu palsu, pulang tak membawa silua, mertuapun akan menuduhmu suami sialan, lebih baik jangan pulang dulu, usahakan cari sesuatu..., pokoknya pulang membawa oleh-oleh."

Tiba-tiba suami muda itu bertemu dengan seorang pedagang yang sedang tertidur di bawah sebuah pohon rindang, barang dagangannya terletak di dekatnya, suasana di situ sepi sunyi, tak seorangpun yang lalu-lalang.

Suara itu berbunyilah lagi di hatinya: "Nah, inilah kesempatan bagimu, ambillah barang2 itu, istrimu pasti senang sekali menerimanya, cintanya akan bertambah-tambah kepadamu, dan mertuamu akan hormat kepadamu."

Karena cinta dan rindunya yang bersangatan kepada istrinya dan perasaan takut disambut oleh mertua sebelah mata karena pulang dengan tangan melenggang saja, maka dengan keputusan hati yang tetap, si suami muda ini mengangkat bungkusan si pedagang, lantas membawanya kabur secepat-cepatnya tanpa memikirkan akibatnya bagi si pemiliknya dan bagi dirinya sendiri.

Di suatu tempat sunyi, ia membuka bungkusan itu, alangkah mahal-mahal isinya, di sana ada beberapa pesalin perhiasan emas, pakaian bahan sutera Cina, kain sarung wanita yang mahal bersulam benang emas. Maka dengan riang pun ia menuju rumahnya.

Tetapi, alangkah terperanjatnya suami muda ini, setiba di rumah, ia melihat orang ramai, dan tatkala ia masuk bergegas-gegas, ia menjumpai istrinya, dalam sakit keras, badannya panas, napasnya sesak, badannya kaku lesu, dan kedua mertuanya menangis di dekatnya. Istrinya yang dicintainya itu menderita serangan "Rihulahmar", tak sadarkan diri.

Maka diusahakanlah tabib dan dukun ke hilir dan ke hulu, semua famili dikerahkan mengusahakan obat dan mencari orang-orang yang pandai mengobati.

Kini bertukarlah problem bagi si anak muda, suami muda ini, karena bukan lagi oleh-oleh silua, bawaan ataupun buah tangan yang jadi masalah, tetapi yang diperlukan ialah tabib, dukun dan obat dan terakhir ialah kesembuhan istrinya. Baik si istri maupun mertua sama sekali tidak menoleh kepada "bungkusan yang dibawanya" dengan sebelah matapun. Oleh-oleh dan bawaan itu kini tidak mempunya harga bagi mereka.

Tengah malam, keluarga yang mencari dukun, membawa seorang Gujerat yang ahli mengobati segala penyakit "bikinan orang", kesurupan, tenung, sihir dan lain-lainnya. Tukang-tukang obat atau tabib yang lain yang sudah dipanggil satupun tak dapat menyembuhkan penyakit aneh itu. Maka berkatalah Tabib Gujerat ini, bahwa Insya Allah penyakit wanita yang parah ini dapat sembuh secepatnya, asalkan kepadanya diberikan 3 pesalin perhiasan wanita, 3 pesalin kain bahan dari sutra Cina, dan 3 kain sarung bersulam keemasan. Walaupun dengan berat hati dan malu, si suami muda terpaksalah menyerahkan semua isi bungkusan yang dicurinya kepada tabib itu, dan dengan mudah pula, menjelang subuh, istri yang dikasihinya siuman dan sembuh. Si Tabib pulang membawa haknya tanpa menceritakan bahwa itu adalah bekas miliknya, si suami muda pun tidak menceritakan bahwa barang-barang itu dicuri olehnya dan kini pulang kepada yang empunya. Mungkin yang tahu hanyalah mereka berdua dan kemudian Tuhan.

Pada suatu hari si istri yang sudah sembuh itu bercerita kepada suaminya. "Kakanda! Sudikah kakanda menghiasi cinta kasih kita dengan "iffah"? Supaya kita hidup tenang tentram? Menyahut sang suami muda: Apakah "iffah" itu? Si istri menjawab "Jangan bawa dusta, jangan bawa barang haram ke dalam rumah, karena barang haram membawa penyakit." Mendengar kata-kata istrinya ini, si suami berubah mukanya menjadi pucat. Hatinya berbisik "Mungkinkah istriku tahu bahwa aku mencuri?" Kemudian ia memperbaiki sikapnya seolah-olah menutupi kecemasannya dengan berpura-pura mencium istrinya.

Si istri menyambung kemudian: "Adinda telah berdoa kepada Tuhan tatkala menikah dengan kakanda: Ya Allah, berilah kami rezeki yang halal, yang menimbulkan kepada kami kesehatan, ketenangan dan kesyukuran, jangan berikan kepada kami rezeki yang haram yang membawa penyakit, kegundahan dan keangkuhan."

Si suami menjadi pendengar yang sangat khidmat.

Biarlah kita asyiki hidup kasih-sayang dengan tenang dan bahagia, sehat, segar-bugar dan senyum di bawah ridla Tuhan kita, dari hasil kerja usaha ikhtiar kita sendiri, Tuhan Maha Kaya. Jangan kita rusakkan restu rahmat Allah dengan selingkuh, tipu, curang dan apalagi dengan mengecewakan orang lain."

Restu ridla Allah adalah lebih mahal dari segala materi.

Orang-orang Iffah itu tersenyum dalam kekurangannya dengan penuh harap, tekun berdoa serta bekerja keras, namun tidak mengeluh dan senantiasa memelihara kehormatannya di muka Allah dan di muka manusia. Orang-orang kaya yang bersifat iffah adalah hartawan-hartawan ahli sorga.

Kisah ini satu dari 1000 cerita tentang iffah, yakni sifat tidak berhasrat mengambil milik orang lain, merugikan orang lain, mengemis dan merengek-rengek, tetapi percaya penuh akan rahmat nikmat Allah yang tiada terbatas.
Carilah ia si "Iffah" itu, ia berada di dalam jiwa seorang wanita yang setia kepada Allah dan iapun berada di dalam jiwa seorang lelaki yang taat setia kepada Allah.

Mereka...tak pernah gundah gulana, tak pernah cemas waswas, senantiasa senyum, riang, bersih, suci, dan halal...., umur mereka panjang-panjang, badan mereka sehat-sehat, keluarga dan sahabat mereka setia-setia, dan hati serta jiwa mereka tenang damai dan tentram...














Senin, 16 Juli 2012

" Cinta Sebelum Atau Sesudah Kawin? "



Cinta Sebelum Atau Sesudah Kawin? 

oleh: A. DAMHOERI

 CINTA sudah ada di dunia sejak Nabi Adam dan Hawa. Cinta mengakibatkan berbagai-bagai hal atas manusia.  Perasaan cemburu juga adalah disebabkan cinta.  Kuatir si wanita menumpahkan kasih sayangnya kepada seorang laki-laki lain timbullah rasa cemburu si lelaki. Juga sebaliknya, sehingga ada orang yang mengatakan rasa cemburu disebabkan oleh rasa cinta baik pada wanita ataupun para pria. Tetapi kalau kecemburuan sudah berlebihan akan bisa pula menimbulkan ekses-ekses dalam rumah tangga, yang tak dikehendaki.
Konon kabarnya perasaan cemburu itu sudah ada juga pada nenek segala manusia yaitu Hawa. Padahal tak ada seorangpun wanita lain yang ada pada jaman itu di atas dunia ini. Tetapi Hawa mengetahui bahwa dia diciptakan Tuhan dari sebuah tulang rusuk Nabi Adam. Maka pada suatu malam entah bagaimana timbul saja rasa kecemburuan Hawa kepada suaminya, Adam. Ketika Adam sedang tidur nyenyak, bangkitlah Hawa perlahan-lahan. Ia segera menghitung tulang rusuk Adam, apakah sudah kurang pula sebuah lagi. Sebab dimana tahu Tuhan sudah menciptakan seorang wanita lagi untuk mendampingi Adam. “Tuu, ….. wa, …….. ga, ….” berulang-ulang Hawa menghitung tulang rusuk Nabi Adam. Ternyata masih komplit. Barulah Hawa merasa puas dan kembali merebahkan diri disamping suaminya.
            Itu hanya sebuah dongeng. Tetapi dalam zaman sekarang di mana ada ribuan wanita-wanita ayu dan ribuan lelaki ganteng, rasa kecemburuan pada laki-laki dan perempuan bisa saja terjadi. Apalagi kalau si suami seorang yang berduit, dan punya mata keranjang, rasa cemburu bisa saja berkobar dalam dada seorang istri. Begitu pula sebaliknya.
            Tetapi pada suatu zaman di benua Eropa, perasaan cemburu itu sangat sekali hebatnya. Seorang laki-laki yang hendak meninggalkan istrinya di rumah selama ia melakukan perjalanan tak merasa senang hatinya. Ia selalu menaruh perasaan cemburu yang berlebih-lebihan. Dan rasa cemburu itu. Laki-laki itu lalu membuat sejenis tali pinggang yang terbuat dari besi tipis yang ringan. Tali pinggang itu dipasangkannya kepada isterinya sewaktu ia akan berangkat lalu dikunci dan anak kuncinya dibawanya sendiri. Dengan alat-alat yang ada pada tali pinggang itu si istri hanya bisa buang air seni saja sedang berbuat pekerjaan lain tak sanggup. Kecuali kalau ia  ada mempunyai anak kunci duplikat atau anak kunci palsu.
            Bagi pria tak ada kecualinya. Seorang wanita bangsawan yang mempunyai seorang gigolo tak merasa senang, kuatir kalau lelaki itu akan mengadakan hubungan pula dengan wanita lain. Diciptakan pula tali pinggang untuk si prianya. Tak bisa leluasa lagi membuat hubungan dengan seorang wanita lain.
            Dalam museum di Paris masih dapat dilihat tali pinggang yang dipergunakan pada zaman itu.
Tetapi perasaan cemburu dan perasaan lain-lain mungkin tidak ada kalau antara kedua belah pihak dijalin oleh rasa “cinta” yang mendalam. Dengan rasa cinta ini tak ada lagi keragu-raguan antara kedua belah pihak djalin oleh rasa “cinta” yang mendalam. Dengan rasa cinta ini tak ada lagi yang bisa menarik perhatiannya, demikian pula sebaliknya. Jadi haruskah ada perasaan cinta timbal balik antara sepasang suami istri? Ya, tentu harus ada. Kalau tak ada tali halus yang memperhubungkan mereka yang bernama tali “cinta” itu maka seorang istri bagi suaminya tak lebih dari sejenis makhluk tempat ia menumpaskan kehendak biologisnya belaka seperti kehendak seekor ayam jantan kepada betinanya. Tetapi hubungan antara manusia yang lebih mulia dari hewan harus mempunyai rasa cinta yang tak padam-padam sejak mulai bersanding di pelaminan sampai mereka menjadi tua bangka.
Apakah cinta itu sebetulnya? Ucapan pernyataan cinta seorang suami kepada istrinya seribu kali dalam sehari semalam itukah pernyataan atau manifestasi sebuah cinta?
“O, aku sangat cinta padamu sayang, apa saja kehendakmu akan saya belikan…dllsb.nya.”
“Dinda juga sangat cinta kepada kandaku sayang dan janganlah kanda berniat hendak berbini seorang lagi, dsbnya. Itukah gambaran sebuah cinta dalam sebuah rumah tangga?
Cinta itu bukan diucapkan dengan lidah dan bibir. Cinta yang diucapkan dengan lidah dan bibir itu adalah cinta yang dipoles-poles, atau cinta imitasi, yang palsu. Sebab lidah ini dalam sehari bisa bercabang-cabang sampai berkali-kali. Dan bibir itu bisa pula disuruh mengucapkan apa saja yang disukai.
Tetapi cinta sejati antara suami istri dilukiskan dengan perbuatan, dengan gerak-gerik, dengan tingkah laku, pokoknya tidak dengan kata-kata. Dan bukan saja kelihatan meladeni di atas ranjang tetapi adalah pada setiap pelosok rumah tangga. Rumah tangga seorang istri yang selalu porak poranda, itu menandakan bahwa ia tidak cinta kepada suaminya. Pakaiannya sering setiap hari tidak beraturan sehingga tidak menarik itu juga tanda kekeringan cinta dalam rumah tangga. Sepasang suami-istri yang munafik sama-sama tidak membuat ibadat, atau hanya seorang saja, itu memberi tanda bahwa cinta-kasih terhadap Tuhan akan memupuk kasih-cinta dalam sebuah rumah tangga.
Jadi bercinta-cintaan adalah mudah, tetapi memupuk rasa cinta inilah yang sukar. Memupuk cinta-kasih dalam rumah tangga mencakup semua masalah hidup dalam rumah tangga itu, mulai hal yang kelihatannya sepele sampai kepada yang penting. Suami istri yang tak bisa memupuk cinta itu, rumah tangga mereka sudah memperlihatkan lampu merah. Tanda mara bahaya. Dan kalau tidak lekas dapat pertolongan rumah tangga itu bisa berantakan. Bagaimana harus memupuk cinta-kasih itu sangat luas dan banyak sekali ragamnya. Sebab pupuknya bukanlah pupuk yang dihasilkan oleh Pabrik Pusri di Palembang tetapi adalah yang diciptakan oleh rasa kesadaran dalam diri seseorang. Bahagialah sebuah rumah tangga yang secara kontinu dapat memupuk rasa cinta timbal balik antara kedua mereka. Mereka harus mengetahui antara hak dan kewajiban kedua belah pihak, baik ditinjau dari segi Agama, segi ekonomi, segi seks, segi kehidupan dan lain-lain lagi. Bila seorang suami hanya menuntut haknya saja tetapi tidak memenuhi kewajibannya akan berantakanlah rumah tangga itu. Demikianlah pula sebaliknya.
Dan kapan cinta sepasang suami-istri itu harus ditanamkan? Sebelum kawinkah atau sesudah kawin?
Sebagian pihak berpendapat bahwa cinta itu harus ada dan dikobar-kobarkan sebelum kawin. Sebelum kawin mereka diikat oleh tali percintaan dan sampai menjadi tali pertunangan dan barulah perkawinan dilangsungkan. Sepasang muda mudi yang katanya saling cinta dan sudah berjanji akan hidup berumah tangga, kelihatannya pasangan itu amat harmonis sekali. Sebab mereka berpendapat bahwa sebelum kawin mereka harus kenal calonnya sebaik-baiknya, calon istri dan calon suami. Tetapi bagaimana akan mengenal lebih jauh sebab sudah terang dalam periode itu masing-masing pihak hanya akan menonjolkan pekertinya yang baik-baik saja. Dan kalau sampai mereka kawin akan kelihatanlah apa yang selama ini ditutup-tutupi, baik aib lahir atau aib batin. Tahu-tahunya istri yang didapat dengan cinta itu tak bisa masak. Suka pengotor, suka ngeluyur dan sebagainya. Begitu pula dari pihak laki-laki. Dan mereka dari sehari ke sehari mulai bertambah renggang. Dan cinta mereka yang pada mulanya hangat sepanas 1000 derajat Celcius itu lama-lama menjadi dingin. Dan tali cinta yang pada mulanya kokoh sebagai rantai waja itu akhirnya retak dan putus.
Bagaimana akan menanamkan rasa cinta jika perhubungan masih dalam batas-batas tertentu. Mau bertindak lebih jauh didahulukan bajak dari jawi, si lelaki akan tahu moral calon istrinya rapuh. Dan ini sudah melanggar pula hukum Agama dan norma-norma kesusilaan. Andai kata berbuah, calon istri menjadi hamil, ada harapan si lelaki yang sudah mencicip itu akan terbang jauh dan tak kembali lagi. Resiko ditanggung sendiri oleh perempuan. Sebab kemudian akan ternyata bahwa cinta itu bukannya cinta sejati tetapi hanyalah cinta hawa nafsu.
Banyak pasangan yang menaiki tangga pelaminan yang kata mereka mempunyai cinta murni timbal balik tetapi dalam tempoh tak sampai setahun rumah tangga mereka sudah bobrok dan hancur. Itu disebabkan karena tak tahu cara pemupukan rasa cinta, -kalau memang ada,- dalam rumah tangga yang mereka bina. Penyebab utama kegagalan itu disebabkan karena sebelum memasuki dunia perkawinan keduanya buta dengan seks. Kurang dalam ilmu berumah tangga.hubungan seks hanya didasarkan atas naluri saja, tak ubahnya dengan hewan. Di sini sering terbentur sebuah bahtera rumah tangga.
Dan pada cinta sesudah kawin pula, banyak terjadi pasangan suami-istri yang kenal di pelaminan saja bahkan ada yang hanya dalam ranjang pengantin saja. Tetapi perkawinan mereka kekal dan dipenuhi rasa cinta yang sewajarnya ada dalam setiap pasangan suami istri. Sebab perkenalan mereka kian hari dapat dipupuk mereka dengan tak usah ragu-ragu mengenal lahir batin keadaan diri mereka masing-masing. Sebab seorang wanita kadang-kadang tidak menarik hanya pada kecantikannya saja, pada body-nya saja tetapi juga pada keadaan batiniahnya. Dan daya tarik inilah yang lebih mantap, lebih mesra, lebih berkesan, lebih hebat dan merupakan hubungan yang kuat antara mereka. Mereka bisa memadu cintanya sebab Jawi memang sudah di muka bajak. Apakah bajaknya baik, atau apakah jawinya bandel sudah dapat diketahui. Dan di mana ada kesalahan bisa diperbaiki.
Kita pernah melihat seorang istri yang hanya cinta sesudah kawin sudah menjadi kakek-kakek dan nenek-nenek, keduanya  masih saling cinta. Sebab ada daya tarik halus murni yang ada dalam diri mereka masing-masing. Pernah ada dua pasang manusia. Yang satu sebelum mereka kawin katanya sudah saling cinta. Tetapi perkawinan mereka ambruk pada rahun yang kedua. Dan pasangan lainnya tak pernah saling kenal, tetapi mereka sempat merayakan hari ulang tahun perkawinannya yang ke-25 dengan banyak anak dan banyak cucu. Cinta mereka dipupuk kemudian dalam rumah tangga mereka.
Sebagai sudah dikatakan pengucapan atau menifestasi cinta itu bukanlah diucapkan dengan kata-kata. Tetapi adalah dilukiskan dengan perbuatan, tingkah laku, gerak gerik, dan segala kegiatan dalam meladeni kedua belah pihak. Untuk merasakan cinta yang asli tidak saja harus dipergunakan panca indera yang keenam. Melihat istri tidak saja dengan mata kepala tetapi juga dengan mata hati. Mengucapkan cinta tidak dengan lidah dalam mulut tetapi lebih dengan lidah dalam hati. Kalau tak mampu maka cinta yang ditemui bukanlah cinta yang murni tetapi barangkali cinta monyet, atau cinta nafsu, pokoknya yang bukan tergolong dalam cinta yang suci.
Dan mana yang akan dipakai, terserah!!



Referensi :
Majalah  Nasehat Perkawinan Eds.Februari tahun 1976 
Sumber : lilinterachi.multiply.com


Minggu, 15 Juli 2012

" Ceria Lomba - 17 "




Hari Kemerdekaan RI sudah dekat, dan sudah menjadi menu wajib jika ada perayaan untuk memperingatinya, mulai gerak jalan sampai lomba meriah yang diikuti dengan antusias warga kampung ..bukan hadiah yang mereka cari ..tapi lebih sebuah rasa mempererat persaudaraan dan membaur satu sama lain ..


Wajah - wajah ceria anak - anak yang antusias mengkuti semua lomba ..menjadi warna tersendiri di setiap perayaan Hut RI setiap tahunnya, seakan mereka tak pernah kehabisan energi dan suara untuk ikut ambil bagian di setiap lomba ..


Bahagia jelas terpancar di wajah - wajah mereka,lomba sederhana yang menjadi berarti..bukan hadiah mewah yang mereka cari, bukan pula perasaan ingin selalu menang ..karena sejatinya mereka hanya ingin bermain dan menikmati semua itu.


Nilai perjuangan yang tersirat di setiap lomba yang diadakan menjadi pesan tersembunyi yang dibalut canda tawa dan kesederhanaan pikiran.


Semangat pantang menyerah, keberanian dan saling tolong menolong merasuk perlahan di dalam benak anak - anak ini.
Inilah modal awal yang diperlukan untuk meraih cita - cita kalian kelak ..














Teruslah tersenyum dan semangat menggapai semua mimpimu, jadilah pejuang - pejuang kecil yang gagah meraih semua cita dan mimpimu ..








~ Safitri ~












Sabtu, 14 Juli 2012

Blog Miss Fitri: " Sejauh Kapal Berlabuh "

Blog Miss Fitri: " Sejauh Kapal Berlabuh ": Ketika ..segala sesuatu dipertanyakan ..dan berasa wajib diperdengarkan ..maka yang spesial akan kehilangan makna dan kata .. Biarl...

" Sejauh Kapal Berlabuh "




Ketika ..segala sesuatu dipertanyakan ..dan berasa wajib diperdengarkan ..maka yang spesial akan kehilangan makna dan kata ..

Biarlah sang waktu terus menari di kubangan hari yang terhiasi indah senyum dan pertengkaran - pertengkaran kecil yang mewarnai pelangi hidup ..
Biarkan kapal kecil itu menari di samudera takdir yang sudah ditetapkan jalan dan tempat berlabuhnya ..usah risaukan para geladak dengan segala riang dukanya ..mereka baik - baik saja ..

Menerima ..ya menerima ..bisa diartikan  sebagai sebuah ikatan antara nahkoda dan awak kapalnya ..yang terselubung kuat kepercayaan dan terkunci kesetiaan doa ...sehingga tak perlu banyak kapal lain tahu dimana akhir ujung perjalanan kapal kecil ini ..karena badai mengajarkan kekuatan ...gemuruh mengajarkan sabar ..dan hujan mengajarkan keikhlasan ..

Yakinlah padaku ..kapal ini akan menembus awan dan menyibak sejuk sinar mentari  berhias pelangi ..


~14/07/12~