Anugerah
~ Hidup adalah Anugerah sudah semestinya kita selalu bersyukur atas hari - hari yang kita lewati ..karena waktu yang telah berlalu tak mungkin kembali dan yang akan datang menjadi sebuah masa depan ~
Selasa, 26 Juni 2012
rindu memoriku
KETIKA RAMADHAN
Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba ,,..ada sedikit rasa rindu suasana ramadhan tempo dulu ..jika dahulu ketika bulan ramadhan tiba semua semangat berpuasa bersama - sama dan malamnya berangat sholat tarawih bersama - sama, saling membangunkan di waktu sahur hingga akhirnya merayakan Idul Fitri bersama , saling berjabat tangan memenuhi lapangan masjid dan pulang dengan senyuman ramai di jalan pulang ke rumah.
Suasa religius masih begitu kental dan belum banyak terkena polusi modernisasi dan hiruk pikuk aktivitas duniawi. Jika di masa sekarang kita menunggu waktu berbuka dengan menonton acara televisi maka di waktu lampau kita perlu iri dengan aktivitas orang - orang jaman dahulu yang menghabiskan waktu menunggu " dung " dengan ramai - ramai pergi ke mushala / masjid dan bertadarus bersama, atau paling tidak duduk - duduk bersama bergerombol di halaman rumah dengan sanak saudara dan tetangga sekitar dan segera kembali pulang kerumah ketika " srengenge ambles " pertanda hari sudah sore dan adzan maghrib kurang beberapa menit lagi ..
Menyenangkan mengingat bijaknya orang - orang jaman dulu yang selalu hidup penuh syukur meskipun hidup sederhana dan sering " nrimo " banyak / sedikit penghasilan mereka ..sehingga seolah - olah tidak nampak ada kesenjangan sosial yang berarti karena rata - rata mereka mengalami hal yang serupa.
Lebaran bagi orang - orang jaman dulu bukanlah ajang pamer materi dan pamer baju karena kesederhanaan yang mereka miliki mewarnai tiap - tiap lembar sendi aktivitas yang dilakukan..sehingga suasana lebaran yang bermewah - mewah tak akan pernah kita jumpai seperti sekarang ,..Mungkin di tiap - tiap rumah mereka tersaji toples - toples sederhana bekas blek kaleng roti bahkan toples yang tutupnya pecah dan dtutup solasi ..dan jangan dibayangkan isinya adalah kue - kue enak yang biasa kita temui setiap lebaran datang. Mereka mengisi toples - toples sederhana mereka dengan krupuk bangjo (krupuk warna merah dan hijau ) , rengginan ( jajanan dengan bahan dasar ketan yang dikeringkan ), bolu cuplik ( bolu kecil - kecil ), jenang,kacang . Yang mana semua makanan itu mereka buat sendiri secara rame - rame ..terasa sekali suasana kekeluargaan yang kental .
Tradisi bersilahturahmi yang mengular dan tumplek bleg selepas sholat - Id adalah pemandangan yang jarang kita temui sekarang,..bahkan jika dahulu ada tradisi berkunjung ke rumah - rumah seseorang yang dituakan dan mengunjungi semua rumah tetangga adalah sebuah kewajiban bagi mereka maka hal itu berganti dengan acara halal bihalal di suatu tempat dan sedikit sekali acara mengunjungi rumah tetangga ..
Setiap masa memiliki cerita dan kenangannya sendiri ..dengan melihat warna - warna setiap masa , semoga kita bisa menjadi lebih bijak memaknai kehidupan.
Kamis, 21 Juni 2012
FATAMORGANA
Andai Aku Jalan Kaki
Masihkah Kau Mencintaiku ... ??
Sudah beberapa tahun sejak kejadian
itu ,..kini aku punya segalanya. Hampir semua yang diimpikan rata – rata tiap
lelaki,..rumah mewah , mobil premium , tabungan yang lumayan besar hingga mesin ATM sering mengirimkan
pesan “ Rekening yang Anda tuju sudah
penuh ,... “. Hampir semua yang aku inginkan sekarang bisa
aku dapatkan dengan mudah,.. .
Ya,.. akulah sang kaya raya itu, yang
sukses di masa mudaku, .. dengan begitu
banyak sahabat dan teman di selilingku, dari yang begitu dekat atau hanya
sekedar say hello ..menyapa dengan
sedikit basa – basi . Mereka selalu welcome
untukku ..dan memberikan pelayanan terbaiknya padaku.
Nyaman sekali rasanya ..aku bahkan
menjadi casanova di mata gadis –
gadis di sekitarku,..ada yang dengan blak
– blakan ..menyatakan perasaanya ,..bukan hanya sekali, tetapi berkali –
kali hingga aku malas mengingat siapa saja mereka ..bahkan ada yang menawarkan
diri siap memenuhi kebutuhanku apa pun, kapan pun ..full service ! . Benar – benar Co
sweet ..banget ..!! jadi diriku.
Tapi ketika aku dalam kesendirianku
..semua hal itu sirna ..ku merenung dalam diam ..benarkah semua ini karena aku
! Murni tanpa kepalsuan ?? atau hanya fatamorgana
belaka yang hilang dalam sekejab ketika semuanya menjadi tidak indah lagi
..sebuah renungan yang menghantam jiwa ,..sisi jiwaku yang lain berontak
mempertanyakan dimensi diriku yang lain .. “ Benarkah aku Bahagia ??
“.
Keberadaan mereka yang senantiasa di
dekatku, yang selalu ada dan tampak tak pernah bosan mengelilingiku...tuluskah
mereka padaku ..??. Tuluskah mereka melakukan semua itu demi diriku ..tanpa embel – embel apapun .. ** Ya Tuhan ..aku bersyukur pada –
Mu ..karena telah memberikan semua karunia
yang melimpah padaku, dan sungguh sangat mudah bagi – Mu membalikkan
semua itu dalam hitungan detik ..dan membuatku
“ Don Juan “ menjadi seorang “ Pecundang
penuh hutang dan masalah“.
Suatu keadaan yang benar – benar
berbanding terbalik seperti layaknya sebuah roda kehidupan yang terus
berputar,..dan “ Seandainya suatu saat
aku berjalan kaki di bawah terik matahari, bermandi keringat , menahan lapar
dengan dompet yang isinya tidak seberapa ..” masihkah kalian tersenyum ,
menyapa dan menyambut hangat diriku ...sebagai seorang manusia ..??. Masih adakah engkau disaat aku terpuruk
dalam dukaku ..??
***** Kini kurasakan kau meninggalkan
diriku dalam duka dan kesendirianku .. “Mana kata – kata mu dulu .. “ Cinta sampai mati ku untuku mu “ hmmm ...baru kini ku sadari hanya segelintir orang yang menemaniku ,... yang
berada di dalam rumahku yang mampu melakukan itu semua .. mereka yang benar – benar mengenalku dan mengetahui
bagaimana perjuangan , tangisku bahkan keluh kesahku meraih semua sukses itu
lagi.
Mereka yang benar – benar tulus dan
memberikan cinta sejatinya tanpa pamrih , mau mengalah atas ego – ku , tingkah burukku dan selalu
membuka pintu maafnya ..bahkan sebelum aku sempat meminta maaf dari mereka ..
Itulah Hartaku ..sekarang ..Cintaku yang sejati, .. cinta yang tak bisa terbeli
bahkan oleh intan permata .. .
Dan kelak jika kalian hadir
kembali dalam lingkaran kehidupan ku ..maka hanya satu hal yang ingin
aku pastikan .. “ Maukah kalian menjadi
cinta sejatiku ..?? “. Karena pahitnya hidup membantuku menemukan hal
termanis yang tidak pernah aku sadari sebelumnya .. .
`safitri/20.6.12’
Rabu, 20 Juni 2012
" Lembut Doamu "
" Lembut Doamu "
Lelah jiwaku..menguap ketika lembut sapamu memanggilku ..
Wajah ayu yang tergerus perjalanan waktu ..senyum sahaja yang menenangkan kalbu ..
Bentang tangan yang selalu terbuka mendengar celoteh manja pahit manisnya hidup ..
Sesekali suara lirih dan petuah menyentuh relung hati yang bergemuruh ..
Seandainya waktu bisa dikoyak ..ingin kuhadirkan sejuk suara dan lembut belaimu memandu penat hati
Garam kehidupan yang tidak akan pernah habis dibagi ..doa yang tak pernah putus dilantunkan untuk kekasih tercinta ..
Rasa kasih yang tak pudar meski hanya bertemu lewat lantunan dzikir dan puasa penyejuk kalbu...
Nenek ..oh nenek ...
Hadirmu memberi lukisan indah bagi jiwa - jiwa sepi yang haus ditengah kerasnya hidup..
Bahkan senyum damaimu mengembang ketika kekasih hati menjemput untuk bertemu menghadap Sang Penguasa Alam..
Kerinduan doamu kini menjadi rinduku ..dan dalam butiran tasbih ku munajatkan kasih sayang untukmu ..
- Dedicated for Someone special -
Inspirated by :
penggalan tak terhubung by Samudera Andalas
pada 20 Juni 2012 pukul 11:41
Kamis, 14 Juni 2012
The Legend
MIYAMOTO MUSASHI
Dalam sejarah Jepang
ada beberapa nama samurai hebat, salah satunya adalah sang legenda
Miyamoto Musashi, yang dilahirkan pada tahun 1584 dan meninggal pada usia 61 tahun pada tanggal
19 Mei 1645. Bagi masyarakat Jepang Musashi
adalah sosok mengagumkan karena memiliki
banyak kearifan khas samurai.
Hal luar biasa
menyangkut Miyamoto Musashi adalah fakta
bahwa ia tidak pernah memiliki guru –
terlepas dari kenyataan bahwa ayahnya,
Munisai adalah seorang samurai hebat yang mahir sejumlah jurus
pedang, juga guru bagi klan Shinmen dan
merupakan salah satu samurai utama di masanya.
Musashi terlahir dengan bakat samurai ahli dalam duel
satu lawan satu. Dimana musashi
muda merupakan seorang pengamat yang
tekun terhadap jurus bela diri sang
ayah. Kritikan musashi muda terhadap
cara penggunaan jitte –
sebuah pedang pendek yang biasa
digunakan samurai untuk menangkis
serangan pedang, membuat Munisai marah
dan melemparkan sebuah pisau kearah
Musashi dan membuatnya berlari meninggalakan
rumah ayahanya dan pergi ke kampung halaman ibunya. Disana musashi muda tinggal
bersama seorang pendeta yang memiliki hubungan sanak kerabat dengan sang ibu.
Tumbuh sebagai seorang remaja di
masanya, musashi menjalani hidup sebagai seorang petualang dari satu tempat ke
tempat lain dengan bekal ala kadarnya, mirip dengan seorang pendeta, ia hanya
mengandalkan kemurahan hati orang lain – masyarakat umum untuk mendapatkan
makanan dan tempat tinggal sementara sebagai imbalan dari pelajaran berperang
yang ia berikan. Musashi melakukan duel pertamanya ketika berusia tiga belas
tahun, di mana ia berhasil membunuh seorang shugyosha
hebat dan terampil bernama Kihei Arima dengan tongkat kayu.
Sejatinya Musashi adalah seorang
samurai yang tumbuh dengan cara yang berbeda dari teman – teman sezamannya,
dimana ia lebih suka menyendiri, menggunakan pakaian yang sederhana, tidak
membanggakan diri dan lebih memilih
bertanding di tempat yang terpencil daripada di hadapan banyak orang.
Di usia 29 tahun Musashi berhasil
mengalahkan dan membunuh lebih dari enam puluh orang musuh, yang pada akhirnya
memutuskan berganti haluan hidup dengan menjadi pelukis, ahli kaligrafi,
penyair , perancang taman dan ahli
membuat patung. Jiwa berpetualang yang besar membuat Musashi menjelajahi Jepang
dan ia pun terlibat banyak pertandingan. Akan tetapi Musashi tidak lagi
membunuh musuh – musuhnya dalam setiap duel yang ia lakukan, yang dilakukannya
adalah bertahan sekuat tenaga agar tidak terbunuh dan membuat musuh menyerah /
kelelahan hingga akhirnya mereka mengakui bahwa Musashi adalah seorang samurai
yang tak terkalahkan.
Di tahun 1637 Musashi bekerja untuk
pemerintahan shogunate Tokugawa,
dimana pada masa itu terjadi banyak pembantaian terhadap umat Kristiani Jepang
serta para ronin yang menjadi sekutu
mereka. Disini peram Musashi sebagai seorang konsultan strategi perang untuk
mengalahkan serta menangkap para pemberontak yang bersembunyi di dalam sebuah
kastil.
Sebelum pensiun Musashi menulis esensi
seni perang yang dimilikinya, dan pada bulan Februari 1640 ia memberikan sebuah
manuskrip setebal lima belas halaman berjudul The Thirthy-Five Articles of The Martial Arts kepada Tuan Tadatoshi
Hosokawa. Manuskrip ini kemudian terpapar menjadi The Book of Five Rings.
Di tahun 1643 Musashi mulai menetap di
sebuah gua di pinggiran kota Kumamoto, yang saat ini dikenal dengan Gua Reigan.
Disini ia sering melakukan meditasi dan menulis seni perang yang ia kuasai dan
kemampuannya untuk meraih semua kemenangannya. Musashi menetap di gua ini
dengan tujuan ingin meninggal disana tetapi oleh murid – muridnya Musashi
dibawa ke rumah salah seorang daimyo
di daerah terdekat, dan Sang Legenda tutup usia disana.
Ajarannya tentang peperangan dan
kesuksesan dalam setiap perjuangan menyimpan begitu banyak pelajaran bermakna
tentang bagaimana menghadapi tantangan hidup dan meraih sebuah kesempurnaan.
Aku Cemburu
14/6/2012 | 24 Rajab 1433 H | Hits: 1.118
Oleh: Alzena Valdis Rahayu
Cinta bukanlah mencari Pasangan yang sempurna,
tapi menerima pasangan kita,
dengan sempurna
tapi menerima pasangan kita,
dengan sempurna
dakwatuna.com - Hari berlalu menyusun pekan. Hitungan bulan pun membentuk tahun. Tak terasa rasanya baru kemarin kita berdiskusi bareng, bercanda bareng, bertemu untuk saling menguatkan dan mengingatkan kepada Allah. Kini sahabatku mendahuluiku, akan segera menikah dengan waktu yang sudah direncanakan dan insya Allah aku pun akan hadir di momen bahagianya.
Senyum indah terukir di wajahnya saat ia datang ke rumahku dengan membawa beberapa undangannya yang sudah tertulis nama lengkap kerabat yang tertera dalam buku undangan pernikahan. Ini berita yang mengejutkan dan bahagia karena sahabatku akhirnya akan segera menyempurnakan agamanya. Semoga Allah meridhaimu dan aku segera menyusulmu ukhti. Doaku. Niat dan kebutuhan memang yang menjadi modal utama untuk menikah. Ada beberapa saudara yang belum berani menikah karena beberapa alasan, sebenarnya dari pengalaman sahabatku yang sudah menikah adalah azzam yang kuat. Insya Allah akan segera dipermudah semuanya.
Aku cemburu kawan. Hiksss… hiksss. Salah satu tulisan Ustadz Salim A Fillah pada bukunya jalan cinta para pejuang.
tak lepas dari fitrahnya seorang manusia yang diberikan perasaan cemburu…
“aku cemburu….”
cemburu pada sesuatu yang tak pantas aku cemburui….
pada sesuatu yang bukan milikku…
yang bukan sah atasku….
terkadang diri ini merenungi… sebenarnya apa tujuan mencemburui?
apa karna kita cinta maka kita cemburu?
aku pun tak bisa menjawabnya.
“Ya Allah hanya engkau yang Maha Mengetahui jodohnya seseorang?” Yah memang manusia hanya bisa berencana, berikhtiar, berdoa dan bertawakal. Aku tahu semua sudah di atur oleh Allah baik jodoh, rezeki dan kematian. Allah yang Maha Pengasih pasti memberikan yang terbaik untuk hambanya, sesuai dengan amalan yang kita lakukan setiap harinya.
Ingatlah dalam surah An-Nur ayat 26 “Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)”.
Jika kita ingin mendapat pasangan yang baik, jadikan diri kita baik terlebih dahulu. Jika ingin mendapatkan suami yang shalih, maka jadikan diri kita shalihah terlebih dahulu, dan sebaliknya. Bagaimana menuntut suami kita akan seperti Ali? Sedangkan kita tidak sekualitas Fatimah. Bagaimana mungkin kita berharap suami sekokoh Ibrahim As? Sedangkan kita tak setabah Sarah dan Hajar.
Jadi ingat lagunya Ayu Shita yang dinyanyikan dalam Film Ketika Cinta Bertasbih “Tuhan Beri Aku Cinta”. Yupz, hanya kepada Allah saja kita meminta kawan!!!
Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya
Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu
Itu kesamaan…
Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan
Itu keseimbangan…
Ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman
Itu kegenapan…
Tapi, satu hal yang tetap sama
Mereka cocok karena bertasbih memuji Allah
Seperti segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi,
Ruku’ pada keagunganNya
(Salim A Fillah Jalan Cinta Para Pejuang)
Ahad pagi sampai menjelang Zhuhur kemarin Aku bersama sahabatku yang di Bogor bersemangat mengikuti acara seminar pra Nikah yang diadakan oleh LDK Al-Hurriyah IPB dengan tema Saat cinta kan berlabuh karena cinta itu “Murah” (Mudah dan Berkah). Ada beberapa materi yang terkait dengan masa depan untuk menjadi keluarga yang bahagia dengan mengharapkan keridhaanNya. Pembicaranya pun sudah berpengalaman dan berkompeten beliau adalah Ustadz. Salim A. Fillah penulis buku “Agar Bidadari Cemburu Padamu” dan Mbak Asma Nadia Penulis buku juga, salah satu karya bukunya adalah “Sakinah Bersamamu”. Penyampaian materinya sangat persuasif sehingga mengajak peserta untuk menyegerakan sunah Rasulullah SAW. Senyumku saat mendengar salah satu peserta seminar yang baru saja menikah.
Beliau bilang, “Cinta akan tumbuh setelah menikah.” Dan beliau menambahkan nggak perlu khawatir bagi yang tidak berpacaran dalam memilih calon partner hidup. Tetap yakin pada kekuasaan Allah SWT.
Semoga Allah SWT memberikan jodoh yang terbaik untuk kita semua. Aamiin.
—
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/21015/aku-cemburu/#ixzz1xlpahEyg
Sometimes Old is Art
Hidup Digadai Online
14/6/2012 | 24 Rajab 1433 H | Hits: 63
Oleh: Abida Syakira
dakwatuna.com - Zaman sekarang, teknologi sudah sangat maju, banyak hal bisa dilakukan dengan duduk manis depan PC sambil kipas-kipas. :D
Mau beli barang misalnya, tinggal buka forum jual beli on-line yang sudah menjamur dimana-mana. Tinggal menunggu beberapa hari, datang deh. Tidak perlu lagi harus mencari-cari ke toko atau bahkan hunting barang ke luar kota. Semua sungguh sangat mudah.
Begitu pun berkirim surat. Dulu, berkirim surat harus beli kertas dulu, nulis dulu, dimasukkan amplop, pergi ke kantor pos, beli perangko, dikirim berhari-hari hingga penantian menunggu balasan dari seberang sana. Sekarang? Nggak punya kertas, nggak sempat ke kantor pos, nggak perlu menunggu lama, e-mail bisa dikirim seketika itu juga.
Hal yang lain lagi, koran misalnya. Dulu, orang-orang menunggu pagi-pagi untuk menerima koran dari loper koran langganan, atau membeli koran di perempatan saat lampu merah, atau sengaja berkunjung ke tetangga untuk ikut membaca koran. Sekarang? Tinggal klik saja, mau koran yang jenis apa saja sudah tersaji di depan mata. Praktis.
Tapi yah kawan, jika kita mau melihat lagi, merasakan perbedaannya antara yang dulu serba manual dan sekarang serba ‘tinggal klik’, ada sesuatu yang hilang, ada sesuatu yang kurang yang terasa saat ini. Yaitu seni dalam melakukan hal tersebut. Coba bayangkan, dulu saat ingin membeli sesuatu kita harus jauh-jauh ke toko atau bahkan keluar kota. Itu artinya kita harus ke luar rumah, bertemu orang-orang, bertemu penjual dan pembeli yang lain, bersosialisasi. Dulu, saat kita ingin berkirim surat, kita harus membeli ini itu, mengantarkan ke tukang pos, menanti dengan sabar balasan yang diterima. Dari situlah kita belajar untuk menghargai profesi-profesi di sekitar kita, dari situlah kita belajar bersabar menanti sesuatu yang kita inginkan. Dan sekarang semuanya tidak begitu terasa lagi. Banyak orang yang sudah memilih lebih praktis mengerjakan semuanya di depan PC, sendiri. Berkuranglah orang-orang yang bersosialisasi, berkuranglah pendapatan orang-orang yang bekerja dengan kerjaan “manual” (pak pos misalnya), berkuranglah seni-seni dalam hidup yang bisa kita ambil hikmahnya dari melakukan banyak hal secara manual.
Begitu pun dengan dakwah, kawan…
Mau kajian? Sudah bisa di dengarkan streaming, tinggal nyalain laptop tancepin modem. Mau cari materi buat ngisi halaqah? Tinggal searching, sekali klik, selesai. Mau syura? Tinggal chatting, jalan. Mau berbagi info atau menyampaikan sesuatu? Tinggal share dokumen atau di tulis di note, selesai. Mau minta maaf karena tidak bisa ngisi halaqah, tinggal pasang status biar dibaca adek-adeknya (eh, yang ini nggak ya? :D). Hampir semua aktivitas dakwah kita bisa dilakukan juga dengan “hanya” duduk manis di depan PC. Tapi, seperti halnya berkirim surat, seperti halnya berbelanja, ada yang kurang dari “seni berdakwah” jika hanya di lakukan on-line. Karena ternyata, sapaan hangat secara nyata bisa lebih membuat luluh adik-adik mentoring, karena ternyata menghadirkan jiwa dan raga secara nyata lebih membuat materi kajian terserap lebih baik, karena ternyata mengutarakan buah pikiran secara langsung dengan suara secara nyata akan lebih mengefektifkan syura, karena ternyata…karena ternyata…karena ternyata….
Karena ternyata kehidupan nyata tak bisa sepenuhnya tergantikan dengan kemudahan “serba on-line”.
Bukan, bukan berarti saya menolak adanya kemudahan serba on-line. Toh saya juga memanfaatkannya untuk beberapa aktivitas saya, karena memang dalam beberapa hal fasilitas on-line sangatlah membantu, termasuk menyebarkan kebaikan. Hanya di sini untuk koreksi kita bersama (termasuk saya, tentu saja), bahwa kita harus menggunakannya dengan bijak. Jangan sampai kemudahan ini membuat yang jauh menjadi dekat, tapi yang dekat terasa jauh. Harusnya yang jauh menjadi dekat, yang dekat tambah dekat. Kita harus menyeimbangkan aktivitas kita di dunia nyata dan dunia maya, termasuk aktivitas dakwah kita. Berangkatlah kajian ke masjid, jika kita masih mampu untuk berangkat, bukan streaming. Rembuglah dengan teman-teman kita, membahas kebaikan secara nyata, jika kita masih bisa mengusahakannya, tidak hanya sekadar chatting. Datanglah pada saudara-saudara kita untuk menghiburnya, untuk saling menasihati dalam kebaikan secara nyata jika kita masih mampu melakukannya, bukan sekadar menuliskan catatan di blog atau jejarsos saja. Lakukanlah hal-hal ‘manual’ itu jika kita masih bisa mengusahakannya semaksimal mungkin, dan beralihlah ke fasilitas on-line jika kita memang sudah tidak bisa mengusahakannya lagi. Karena dari yang ‘manual’ itu, ada seni yang tak kita temukan melalui jaringan internet. :)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/21081/hidup-digadai-online/#ixzz1xkTmxhvD
Selasa, 05 Juni 2012
Hanya mengikuti intuisiku
Apa yang Salah ..??
Ini adalah salah satu pengalaman tersendiri bagi saya , ..saya suka sekali bermain games dengan segala kreasinya,..bahkan ketika diminta menjadi salah satu team pendukung dengan senang hati saya bergabung disana ,..dari game tersebut saya bertemu banyak teman dengan berbagai karakter dan kebiasaan ..bahkan diperkenalkan pola berpikir baru dari salah seorang gamer ..
Awalnya saya menikmati semua keadaan itu, tetapi seiring berjalannya waktu ..tujuan awal dari tim Guard Master berubah arah dan itu membuat rasa tak nyaman secara pribadi ..karena di satu sisi game tercipta sebagai olah kreativitas seseorang untuk mengasah logika ..tetapi tidak menutup kemungkinan meningkatkan sisi gelap seseorang ..sebagai contoh melakukan " cheat enggine " pada game tersebut.
Terlepas dari semua itu rasa persaudaraan yang terbentuk antar gamer itulah yang membuat saya semakin tidak nyaman bergabung di tim awal saya bernaung,...sifat tamak manusia yang hanya mementingkan diri sendiri dan sekelompok pihak ..membuat mereka dengan mudah membuat server - server baru tanpa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan sistem tersebut ...
Dari sini ..saya memutuskan " undur diri " dari jajaran pengurus ..dengan pertimbangan lebih baik saya menjadi pemain kecil yang bisa senantiasa berteman dengan banyak orang dan bisa mengenal banyak dunia baru dengan leluasa ...
Jika saya ditanya apa yang salah dari game ini ..maka jawabku adalah ...Game ini bagus ..secara ide dan aplikasinya, yang salah adalah pola pikir dan keputusan yang dibuat secara "sumbu pendek " sehingga sedikit banyak merugikan pihak lain .
Pembelajaran Hidup dari Sebuah Permainan
Langganan:
Komentar (Atom)
