Anugerah

~ Hidup adalah Anugerah sudah semestinya kita selalu bersyukur atas hari - hari yang kita lewati ..karena waktu yang telah berlalu tak mungkin kembali dan yang akan datang menjadi sebuah masa depan ~

Senin, 24 Desember 2012

" Sebait Doa "



" Doa Ulang Tahun Pernikahan ke-48 tahun Habibie & Ainun "

Terima kasih Allah, ENGKAU telah lahirkan saya  untuk Ainun dan Ainun untuk saya
Terima kasih Allah, ENGKAU  telah pertemukan saya dengan Ainun dan Ainun dengan saya
Terima kasih Allah , tanggal 12 Mei 1962 ENGKAU nikahkan saya dengan Ainun dan Ainun dengan saya
ENGKAU titipkan Bibit Cinta murni, sejati,suci,sempurna dan abadi
Sepanjang masa kami sirami titipanMu dengan kasih sayang, nilai Iman, Takwa dan Budaya
Kini 48 tahun kemudian, Bibit Cinta telah tumbuh menjadi Cinta yang paling Indah, Sempurna dan Abadi

Senin, 12 November 2012

Artikel menarik




Surat Cinta untuk Suamiku

6/11/2012 | 20 Dhul-Hijjah 1433 H Please wait
Oleh: Wulan Ummu Kayyisah
Kirim Print
Ilustrasi (inet)
dakwatuna.com - Alhamdulillah, dua tahun sudah Allah menakdirkan kami bersama mengarungi perjuangan. Saat memulai bahtera ini kami benar-benar memulainya dari bawah, bahkan kami tak memiliki apapun saat itu. Hanya keyakinan kepada Allah bahwa Dia akan senantiasa mencukupkan rizki kami, insya Allah.
”Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah jadikan baginya jalan keluar (dari setiap permasalahannya).Dan Dia (Allah) akan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya”. (QS. At- Tholaq: 2 -3)
Sekarang, ia tengah berlelah-lelah dan berpeluh keringat untuk membangun mimpinya. “Mas ingin Adik bisa hidup nyaman dan berkecukupan”, itu yang sering diucapkannya.  Semoga kedua tangan yang tiap hari dia gunakan untuk berjuang menafkahi kami, termasuk ke dalam tangan-tangan yang takkan pernah tersentuh api neraka. Seperti halnya tangan sahabat nabi Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari, di mana suatu hari Rasulullah SAW berjumpa dengannya. Ketika itu Rasul melihat tangan Sa’ad melepuh, kulitnya gosong kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari. “Kenapa tanganmu?” tanya Rasul kepada Sa’ad. “Wahai Rasullullah,” jawab Sa’ad, “Tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku”. Seketika itu beliau mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata, “Inilah tangan yang tidak akan pernah tersentuh api Neraka.”
Setiap kali aku marah, maka dengan sabar dia akan memegang ubun-ubunku, dan mengucapkan doa yang sama ketika dulu pertama kali kami shalat bersama, “Allahumma inni asaluka khairaha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a’udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi. Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.”
Lalu,  ketika seringkali aku bertanya, “Apakah benar Mas mencintai saya?” “Apa bukti Mas mencintai saya?” Maka dia akan berkata, “Dik, ingatkah ketika suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah SAW, ‘Aku mencintaimu lebih dari segalanya, kecuali jiwaku sendiri’. Saat itu Rasulullah menjawab, ‘Tidak seorang pun di antara kamu yang beriman, sehingga aku lebih dicintainya daripada jiwanya sendiri’. Umar segera menjawab, ‘Demi Dzat yang menurunkan kitab suci Al-Quran ini kepadamu, aku mencintaimu melebihi cintaku kepada diriku sendiri’. Begitu mudahnya bagi Umar untuk mengubah cintanya, karena sesungguhnya cintanya kepada Rasulullah bukan sebatas kata-kata melainkan berupa ketaatan dan kerelaan untuk berkorban. Begitu pun dengan mas. Mas mencintai Adik, maka mas akan selalu berusaha memberi yang terbaik untuk Adik.” Ya, sekarang aku pun mengerti. Cinta memang tak selalu berwujud kata-kata romantis, bisikan mesra atau tatapan sayang seperti yang sering digembar-gemborkan drama-drama picisan. Cinta lebih merupakan perjuangan yang tak jarang berlumur peluh dan air mata.
Masih pula kuingat ketika dulu dia bertanya, “Mau menjadi muslimah seperti apa Adik ini?” “KHADIJAH istri yang lemah lembut, senantiasa mendukung dan menyertai suaminya dalam perjuangan. AISYAH istri yang pandai menyenangkan hati, ceria, cerdas. UMMU SALAMAH istri yang bijaksana. ZAINAB istri yang sangat dermawan”. Maka saat itu aku belum bisa menjawabnya, dan begitu pun sekarang. Ah, rasanya malu sekali, aku tak mungkin menjadi seperti wanita-wanita mulia itu. Aku hanya sedang berusaha menjadi sebaik-baik istri baginya, sehingga setiap hari sebelum memejamkan mata, dia selalu dalam keadaan ridha kepadaku.
Suatu hari Rasulullah SAW berkata kepada para sahabatnya, “Maukah kalian aku beri tahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab, “Tentu saja wahai Rasulullah” Nabi SAW menjawab,” Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata, ‘Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath-Thabrani)
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat kepada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, ‘Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad)
Suamiku…
Ini bukan ikrar biasa
Ini mitsaqon golidzo
Yang ketika kau ucap ikrar itu
Maka ‘Arsy pun ikut bergetar karenanya
Suamiku…
Ini bukan bangunan biasa
Ini adalah bangunan peradaban
yang kan kita susun batu batanya
Bersama Alfatih Alfatih kita
Suamiku…
Ini bukan keluarga biasa
Ingatkah ketika kau katakan akan mewakafkan dirimu dan diri kami?
Maka keluarga ini adalah keluarga dakwah
Keluarga jihad
Suamiku…
Maukah kau kita berkumpul lagi di Surga-Nya?
Maka, jangan pernah berhenti mendidik kami
Seperti Imran dan Luqman mendidik keluarganya


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/11/23966/surat-cinta-untuk-suamiku/#ixzz2C10Pdm2c

Rabu, 31 Oktober 2012

Cerita Rakyat Bali: Jayaprana & Layonsari


Pada jaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan kecil di daerah utara pulau Bali. Kerajaan itu bernama kerajaan Wanekeling Kalianget. Di kerajaan itu, hiduplah satu keluarga sederhana, terdiri dari suami istri serta tiga anaknya, dua orang laki-laki dan seorang wanita. Kerajaan itu terkena sebuah wabah yang menyebabkan banyak warganya meninggal, baik dari kalangan kerajaan maupun rakyat biasa. Keluarga sederhana itu pun ikut terkena wabah, empat anggota keluarganya meninggal dan menyisakan si bungsu, I Nyoman Jayaprana.

Kamis, 04 Oktober 2012

^ Hujan Turun ^


Alhamdulillah hari ini turun hujan  ....aku suka sekali bau hujan ini .....bau yg sejuk dan menyegarkan ...bau khas tanah tersiram air hujan ...hmm ...dingin udara ..menghapus sedih yg ada .

Sayangku ..sedang apakah dirimu disana ....apakah disana hujan juga ? ^_^  secangkir kopi kuharap bisa menghapus semua gundahmu ...terlalu naif memang ..tapi ada kalanya kesederhanaan membuat hidup lebih indah ...

Hari ini aku hanya ingin mengenang senyummu itu dalam hujan yang menenangkan ...

- 041012-

Selasa, 02 Oktober 2012

" Terdiam "


memendam semua gemuruh di hati  ..hanya bisa diam membisu tanpa bisa bersua dan mendengar semua tawa itu lagi ..........berusaha menjalani hari dengan satu harap semoga waktu bisa cepat berakhir setiap detiknya ...agar ku tenggelam dalam rutinitas tak berarti yg menyita semua pikirku ...dan mengalihkan asaku tentangmu ......

berhenti sejenak di satu titik untuk menemukan kembali nafas yang mulai hilang perlahan di telan realita pahitnya kejujuran yang tak bisa diterima logika dan pikirmu .......hanya bisa diam membisu sekali lagi ...dan mulai menyimpan semua sendiri dan berharap semua ini tidak hilang tanpa arti ......

bulan berganti purnama bergulir sendu..hanya bisa meninggalkan harapan di ujung jalan ini semoga suatu saat kau mengerti makna puzzle yg tertinggal kemarin dan selalu bahagia di perjalanan hidupmu ...


akhirnya ...angan-pun terbang meninggalkan goresan untuk kesekian kalinya ...diam tertunduk menatap matahari yg mulai redup ditelan mega ...



Minggu, 23 September 2012

Sejatinya



Ada kalanya kita menganggap cinta yang kita labuhkan pada seseorang sudah begitu besar dan dalam , tapi ketika suatu saat kita ingin menguji kebenaran dan kedalamnnya mungkin ada dari kita yang terkejut betapa orang yang kita cintai kurang memiliki kecerdasan hati ..sehingga semua kenangan, cinta dan sayang menguap begitu saja tak berbekas ...yang tertinggal hanyalah rasa benci yang begitu dalam menancap sehingga membutakan kejernihan pikiran pasangan kita ....

Berusaha bertahan dengan harapan yang semakin tipis dan akhirnya akan menghilang ...jika memang ini jalan takdir Tuhan pasti ada hikmah dibalik semua cobaan tapi realita kesedihan yang mendekap erat seakan menyisakan episode baru pahitnya cinta ...tapi bukankah dibalik pahitnya kekecewaan ada manisnya cinta yang pernah dirasa ..dan kenangan yang dirajut ...apakah semua itu tak berarti ...??? dan apakah memaafkan menjadi sebuah sikap yang mahal untuk dilakukan ..?? 

SEMUA KEMBALI KE NURANI MANUSIA, KARENA SEJATINYA CINTA ITU MEMBERI DAN TIDAK MENYAKITI

Sabtu, 15 September 2012

" Lihatlah "


 Apa yang kau nanti ...dalam 100 rembulan yang datang dan pergi ..apa yang kau cari ..??

Sang waktu yang tak pernah menunggumu berdiam diri dalam kebisuan ...sang fajar yang setia menyapa pagi harimu ..lalu apa lagi yang tunggu ...??

Tanpa kata dari  bibirmu dan sinar mata yang meredup ditelan jurang kesepian seakan akan menjadi teman dan saksi bisu dalam lukamu ..........tapi apakah itu akan berlangsung selamanya ... Entahlah ..kau menikmati kesendirianmu ...menikmati dukamu dan merangkul semua sepimu seorang diri ....

Lihatlah aku ...meski hanya sekejab ....kuharap bisa berbagi sedikit cahaya kecil yang aku punya ..agar senyum paitmu sedikit merekah di wajah ayumu ...wahai kekasihku ... Lihatlah aku ...walau tajam pandanganmu akan mengusik kalbuku ..tapi akan kau temukan sedikit manis kenangan kita di masa lalu ...

Terkadang suatu harapan baru tumbuh dan bersemi di tengah badai dan kesepian yang menghujam tepat di hati kita ......tapi hati tercipta untuk berharap ..meskipun dia telah remuk tak berbentuk dan terluka di semua bagian ..karena di dalamnya selalu tersisa sedikt cahaya dan kenangan manis masa indah yang hanya kau dan Tuhanmu yang tahu ..


- Catatan kecil -


150912

Senin, 27 Agustus 2012

Bagaimana Sebaiknya Wanita Memilih Seorang Pendamping?


Bagaimana Sebaiknya Wanita Memilih Seorang Pendamping?



Saudariku yang mulia..
Laki-laki yang baik akhlaknya adalah laki-laki yang menghormati dan memuliakan wanita, dia tidak mau menjerumuskan engkau pada suatu yang dilarang. Dia akan berbicara sopan kepadamu, bertutur padamu dengan menundukan hatinya kepadamu, dan sangat menghargaimu. Laki-laki ini akan datang kepada orang tuamu, memintamu darinya. Meminang dan menikahimu dengan penuh tanggung jawab, dia akan menjagamu, memberi ketenangan kepadamu, memintamu untuk bersama membangun maghligai rumah tangga yang baik, dia akan menjadi suami yang selalu berada disisimu. Aku yakin sekali, setiap wanita ingin membangun keluarga yang sakinah. Memiliki suami yang selalu perhatian kepadanya, dan engkau akan membaktikan dirimu pada sang suami. Menjadi istri yang sholehah, dan ibu yang baik bagi anakmu nanti. Ini adalah sebuah keinginan yang baik, mulia, dan memang seperti inilah seharusnya wanita, dan laki-laki yang ingin bersama wanita. Ketika seseorang ingin merasakan kebahagiaan dengan lawan jenisnya, mereka harus berada dalam ikatan yang halal, mengikat janji dalam sebuah pernikahan.
***
Saudariku yang mulia…
Seorang lelaki yang baik, menginginkan seorang wanita yang baik pula, bukan wanita yang suka berbuat kemaksiatan dan hal yang memalukan, dia akan mencari wanita yang terhormat, pandai menjaga dirinya dari segala bentuk dosa. Laki-laki tidak suka pada seorang wanita yang mau mempermalukan dirinya sendiri, juga mempermalukan keluarganya. Banyak terjadi, seorang lelaki menikahi wanita yang dianggapnya baik, tetapi setelah beberapa lama, si wanita menampakkan kelakukan yang tidak baik, mempermalukan ikatan perkawinan yang telah dibangun, sang suami menasehatinya untuk memperbaiki perilakunya, jika tidak maka dia tidak segan-segan menceraikan dan mencari wanita lain yang lebih baik. Pasti dia melakukan hal itu. Karena itu, jadilah engkau wanita baik-baik, insya Allah engkau akan mendapatkan pendamping hidup yang baik pula. Insya Allah.

Penulis Buku

Kamis, 16 Agustus 2012

" Kabur arah "


hanya ingin mengenang kembali semua yang telah mulai pudar ..

merangkai puing - puing kenangan dan memory yang masih berjejak di relung waktu masa lalu

mengingat kembali semua senyum dan canda tawa yang pernah mengisi hari - hari sepi

Subhanallah, hanya Allah yang memiliki kuasa pembolak balik hati seseorang ...

Semoga keyakinan ini bertahan sampai saat itu tiba ..saat dimana rangkaian masa depan mulai terajut indah di setiap masa dan dibalut doa dan restu orang - orang yang kita sayang ...


Insyaallah

Rabu, 01 Agustus 2012

"Ramadhan menyejukan hatiku "



Ramadhan tahun ini begitu istimewa ..hatiku tidak lagi sepi dan sendiri ,tidak lagi resah ...semua terasa damai dan tenang ...hanya perasaan ikhlas dan pasrah atas Qada dan Qadar yang telah ditentukan- Nya.

Sholat dan shaum terasa begitu ringan dan aku menikmati semua itu, subhanallah ...terima kasih ya Allah atas berkah dan rahmat yang kau berikan kepada hambamu sampai saat ini ..Engkau berikan sekeping cinta sebagai penyejuk hati dan penenang jiwa ...

Semoga ramadhan kali ini merupakan awal langkah baru bagi kami memulai sebuah kebahagiaan dan penyempurna ibadah kami sebelumnya ,..insyaallah.


^_^

Kamis, 26 Juli 2012

" Percikan Hikmah " '


Makna Usia


" Apa makna usia ? " tanya seorang  murid kepada seorang mursyid.


Jawabannya: " Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Rasulullah SAW : ' Apabila  hari ini  amal pekerjaan Anda masih sama dengan hari kemarin, berarti  Anda merugi. 
Bila lebih jelek daripada kemarin terkutuk namanya, Bila lebih bagus barulah termasuk beruntung '.


Nah, apakah usia Anda yang setiap saat berkurang, telah digantikan oleh hal - hal yang baik, atau sebaliknya  ? .. Disitulah makna Usia Anda "

Jumat, 20 Juli 2012

" Suara "


 Suara itu ..tak pernah bosan aku mendengarnya ...suara tawamu hari ini ..mengobati kerinduan yang terhalang jarak ...suara yang  selalu aku rindukan ..yang hanya bisa dibiaskan dalam doa

Rindu suara kakanda ..

Kamis, 19 Juli 2012

COBALAH MENGERTI - Ariel, Uki, Lukman, Reza, David Feat.Momo Geisha

" Cobalah Mengerti "



Aku tak kan
Pernah berhenti
Akan terus memahami
Masih terus berfikir
Bila harus memaksa
Atau berdarah untukmu
Apapun itu asalkan
Mencoba menerima
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Dan kamu hanya
Perlu terima
Dan tak harus memahami
Dan tak harus berfikir
Hanya perlu mengerti
Aku bernafas untukmu
Jadi tetaplah di sini
Dan mulai menerimaku
Chorus:
Cobalah mengerti
Semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan
Rindu ini menjadi satu
Biar waktu memisahkan

Rabu, 18 Juli 2012

~ Just Wish ~


Pagi ini berasa beda ..entah darimana datangnya angin lembut ini ...melangkah masuk menyusuri ruang hati ...
langkah ringan yang tak biasa terdengar sayup - sayup lagu " Cobalah Mengerti " ..hmm .. apakah aku tertinggal sesuatu ...entahlah ...


Siangku telah tiba ..rutinitas dan tugas yang banyak menyita hampir 1/2 waktuku di depan komputer yang setia menemani jari - jariku menari ..mengerjakan lembar demi lembar angka yang harus dikalkulasikan ...
tapi mengapa  ..rasa itu datang lagi ...ya rasa hangat yang tiba - tiba ...membuatku penasaran  " ada apa dengan hatiku ..?? "


Menjelang waktu pulang ..kubuka dunia mayaku ..tempat ku berinteraksi dan mendapatkan 1/2 harapku di dunia kecilku itu ..ternyata ada yang meninggalkan pesan ..hmm ..brlanjut dengan obrolan ringan khas " room chat " dan dari sanalah ..aku tahu asal hangat hatiku ..." ada misi rahasia " yang meski hanya mengetahuinya membuatku tak berkutik ...


Matahari tenggelam ..hatiku terasa penuh ..tanpa emosi hanya hangat yang lebih mendalam dan tenang ..aku sendiri tak yakin ..apakah semua ini nyata ..? jika ini hanya mimpi ..maka ini adalah mimpi yang sempurna ..dan harta terindah walau hanya fatamorgana ..


Tak ada yang pernah tahu apa rencana Tuhan ..tapi baginya..tidak ada yang tidak mungkin ..,maka yakinlah ..karena " Kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya ..tapi perlu sebuah perjuangan untuk mendapatkannya "


~ Harapku ~




Safitri, 18/07/12

Selasa, 17 Juli 2012

Carilah dia si "Iffah" !






Oleh : Junan Helmy Nasution


Seorang suami muda yang baru 1 bulan nikah, pulang dari perjalanan jauh tanpa membawa apa-apa. Ia meninggalkan istrinya selama 3 hari, naas baginya, piutang yang ditagih tidak dibayar orang, uang yang dibawa habis pula, sedang janji semula, si istri akan dibawakan oleh-oleh.

Kian dekat ke rumah, kian kusut masai hati dan pikirannya, beberapa bayangan jahat mengganggunya: "baru sekali meninggalkan istri sudah gagal, kau akan dituduhnya penipu, cintamu palsu, pulang tak membawa silua, mertuapun akan menuduhmu suami sialan, lebih baik jangan pulang dulu, usahakan cari sesuatu..., pokoknya pulang membawa oleh-oleh."

Tiba-tiba suami muda itu bertemu dengan seorang pedagang yang sedang tertidur di bawah sebuah pohon rindang, barang dagangannya terletak di dekatnya, suasana di situ sepi sunyi, tak seorangpun yang lalu-lalang.

Suara itu berbunyilah lagi di hatinya: "Nah, inilah kesempatan bagimu, ambillah barang2 itu, istrimu pasti senang sekali menerimanya, cintanya akan bertambah-tambah kepadamu, dan mertuamu akan hormat kepadamu."

Karena cinta dan rindunya yang bersangatan kepada istrinya dan perasaan takut disambut oleh mertua sebelah mata karena pulang dengan tangan melenggang saja, maka dengan keputusan hati yang tetap, si suami muda ini mengangkat bungkusan si pedagang, lantas membawanya kabur secepat-cepatnya tanpa memikirkan akibatnya bagi si pemiliknya dan bagi dirinya sendiri.

Di suatu tempat sunyi, ia membuka bungkusan itu, alangkah mahal-mahal isinya, di sana ada beberapa pesalin perhiasan emas, pakaian bahan sutera Cina, kain sarung wanita yang mahal bersulam benang emas. Maka dengan riang pun ia menuju rumahnya.

Tetapi, alangkah terperanjatnya suami muda ini, setiba di rumah, ia melihat orang ramai, dan tatkala ia masuk bergegas-gegas, ia menjumpai istrinya, dalam sakit keras, badannya panas, napasnya sesak, badannya kaku lesu, dan kedua mertuanya menangis di dekatnya. Istrinya yang dicintainya itu menderita serangan "Rihulahmar", tak sadarkan diri.

Maka diusahakanlah tabib dan dukun ke hilir dan ke hulu, semua famili dikerahkan mengusahakan obat dan mencari orang-orang yang pandai mengobati.

Kini bertukarlah problem bagi si anak muda, suami muda ini, karena bukan lagi oleh-oleh silua, bawaan ataupun buah tangan yang jadi masalah, tetapi yang diperlukan ialah tabib, dukun dan obat dan terakhir ialah kesembuhan istrinya. Baik si istri maupun mertua sama sekali tidak menoleh kepada "bungkusan yang dibawanya" dengan sebelah matapun. Oleh-oleh dan bawaan itu kini tidak mempunya harga bagi mereka.

Tengah malam, keluarga yang mencari dukun, membawa seorang Gujerat yang ahli mengobati segala penyakit "bikinan orang", kesurupan, tenung, sihir dan lain-lainnya. Tukang-tukang obat atau tabib yang lain yang sudah dipanggil satupun tak dapat menyembuhkan penyakit aneh itu. Maka berkatalah Tabib Gujerat ini, bahwa Insya Allah penyakit wanita yang parah ini dapat sembuh secepatnya, asalkan kepadanya diberikan 3 pesalin perhiasan wanita, 3 pesalin kain bahan dari sutra Cina, dan 3 kain sarung bersulam keemasan. Walaupun dengan berat hati dan malu, si suami muda terpaksalah menyerahkan semua isi bungkusan yang dicurinya kepada tabib itu, dan dengan mudah pula, menjelang subuh, istri yang dikasihinya siuman dan sembuh. Si Tabib pulang membawa haknya tanpa menceritakan bahwa itu adalah bekas miliknya, si suami muda pun tidak menceritakan bahwa barang-barang itu dicuri olehnya dan kini pulang kepada yang empunya. Mungkin yang tahu hanyalah mereka berdua dan kemudian Tuhan.

Pada suatu hari si istri yang sudah sembuh itu bercerita kepada suaminya. "Kakanda! Sudikah kakanda menghiasi cinta kasih kita dengan "iffah"? Supaya kita hidup tenang tentram? Menyahut sang suami muda: Apakah "iffah" itu? Si istri menjawab "Jangan bawa dusta, jangan bawa barang haram ke dalam rumah, karena barang haram membawa penyakit." Mendengar kata-kata istrinya ini, si suami berubah mukanya menjadi pucat. Hatinya berbisik "Mungkinkah istriku tahu bahwa aku mencuri?" Kemudian ia memperbaiki sikapnya seolah-olah menutupi kecemasannya dengan berpura-pura mencium istrinya.

Si istri menyambung kemudian: "Adinda telah berdoa kepada Tuhan tatkala menikah dengan kakanda: Ya Allah, berilah kami rezeki yang halal, yang menimbulkan kepada kami kesehatan, ketenangan dan kesyukuran, jangan berikan kepada kami rezeki yang haram yang membawa penyakit, kegundahan dan keangkuhan."

Si suami menjadi pendengar yang sangat khidmat.

Biarlah kita asyiki hidup kasih-sayang dengan tenang dan bahagia, sehat, segar-bugar dan senyum di bawah ridla Tuhan kita, dari hasil kerja usaha ikhtiar kita sendiri, Tuhan Maha Kaya. Jangan kita rusakkan restu rahmat Allah dengan selingkuh, tipu, curang dan apalagi dengan mengecewakan orang lain."

Restu ridla Allah adalah lebih mahal dari segala materi.

Orang-orang Iffah itu tersenyum dalam kekurangannya dengan penuh harap, tekun berdoa serta bekerja keras, namun tidak mengeluh dan senantiasa memelihara kehormatannya di muka Allah dan di muka manusia. Orang-orang kaya yang bersifat iffah adalah hartawan-hartawan ahli sorga.

Kisah ini satu dari 1000 cerita tentang iffah, yakni sifat tidak berhasrat mengambil milik orang lain, merugikan orang lain, mengemis dan merengek-rengek, tetapi percaya penuh akan rahmat nikmat Allah yang tiada terbatas.
Carilah ia si "Iffah" itu, ia berada di dalam jiwa seorang wanita yang setia kepada Allah dan iapun berada di dalam jiwa seorang lelaki yang taat setia kepada Allah.

Mereka...tak pernah gundah gulana, tak pernah cemas waswas, senantiasa senyum, riang, bersih, suci, dan halal...., umur mereka panjang-panjang, badan mereka sehat-sehat, keluarga dan sahabat mereka setia-setia, dan hati serta jiwa mereka tenang damai dan tentram...














Senin, 16 Juli 2012

" Cinta Sebelum Atau Sesudah Kawin? "



Cinta Sebelum Atau Sesudah Kawin? 

oleh: A. DAMHOERI

 CINTA sudah ada di dunia sejak Nabi Adam dan Hawa. Cinta mengakibatkan berbagai-bagai hal atas manusia.  Perasaan cemburu juga adalah disebabkan cinta.  Kuatir si wanita menumpahkan kasih sayangnya kepada seorang laki-laki lain timbullah rasa cemburu si lelaki. Juga sebaliknya, sehingga ada orang yang mengatakan rasa cemburu disebabkan oleh rasa cinta baik pada wanita ataupun para pria. Tetapi kalau kecemburuan sudah berlebihan akan bisa pula menimbulkan ekses-ekses dalam rumah tangga, yang tak dikehendaki.
Konon kabarnya perasaan cemburu itu sudah ada juga pada nenek segala manusia yaitu Hawa. Padahal tak ada seorangpun wanita lain yang ada pada jaman itu di atas dunia ini. Tetapi Hawa mengetahui bahwa dia diciptakan Tuhan dari sebuah tulang rusuk Nabi Adam. Maka pada suatu malam entah bagaimana timbul saja rasa kecemburuan Hawa kepada suaminya, Adam. Ketika Adam sedang tidur nyenyak, bangkitlah Hawa perlahan-lahan. Ia segera menghitung tulang rusuk Adam, apakah sudah kurang pula sebuah lagi. Sebab dimana tahu Tuhan sudah menciptakan seorang wanita lagi untuk mendampingi Adam. “Tuu, ….. wa, …….. ga, ….” berulang-ulang Hawa menghitung tulang rusuk Nabi Adam. Ternyata masih komplit. Barulah Hawa merasa puas dan kembali merebahkan diri disamping suaminya.
            Itu hanya sebuah dongeng. Tetapi dalam zaman sekarang di mana ada ribuan wanita-wanita ayu dan ribuan lelaki ganteng, rasa kecemburuan pada laki-laki dan perempuan bisa saja terjadi. Apalagi kalau si suami seorang yang berduit, dan punya mata keranjang, rasa cemburu bisa saja berkobar dalam dada seorang istri. Begitu pula sebaliknya.
            Tetapi pada suatu zaman di benua Eropa, perasaan cemburu itu sangat sekali hebatnya. Seorang laki-laki yang hendak meninggalkan istrinya di rumah selama ia melakukan perjalanan tak merasa senang hatinya. Ia selalu menaruh perasaan cemburu yang berlebih-lebihan. Dan rasa cemburu itu. Laki-laki itu lalu membuat sejenis tali pinggang yang terbuat dari besi tipis yang ringan. Tali pinggang itu dipasangkannya kepada isterinya sewaktu ia akan berangkat lalu dikunci dan anak kuncinya dibawanya sendiri. Dengan alat-alat yang ada pada tali pinggang itu si istri hanya bisa buang air seni saja sedang berbuat pekerjaan lain tak sanggup. Kecuali kalau ia  ada mempunyai anak kunci duplikat atau anak kunci palsu.
            Bagi pria tak ada kecualinya. Seorang wanita bangsawan yang mempunyai seorang gigolo tak merasa senang, kuatir kalau lelaki itu akan mengadakan hubungan pula dengan wanita lain. Diciptakan pula tali pinggang untuk si prianya. Tak bisa leluasa lagi membuat hubungan dengan seorang wanita lain.
            Dalam museum di Paris masih dapat dilihat tali pinggang yang dipergunakan pada zaman itu.
Tetapi perasaan cemburu dan perasaan lain-lain mungkin tidak ada kalau antara kedua belah pihak dijalin oleh rasa “cinta” yang mendalam. Dengan rasa cinta ini tak ada lagi keragu-raguan antara kedua belah pihak djalin oleh rasa “cinta” yang mendalam. Dengan rasa cinta ini tak ada lagi yang bisa menarik perhatiannya, demikian pula sebaliknya. Jadi haruskah ada perasaan cinta timbal balik antara sepasang suami istri? Ya, tentu harus ada. Kalau tak ada tali halus yang memperhubungkan mereka yang bernama tali “cinta” itu maka seorang istri bagi suaminya tak lebih dari sejenis makhluk tempat ia menumpaskan kehendak biologisnya belaka seperti kehendak seekor ayam jantan kepada betinanya. Tetapi hubungan antara manusia yang lebih mulia dari hewan harus mempunyai rasa cinta yang tak padam-padam sejak mulai bersanding di pelaminan sampai mereka menjadi tua bangka.
Apakah cinta itu sebetulnya? Ucapan pernyataan cinta seorang suami kepada istrinya seribu kali dalam sehari semalam itukah pernyataan atau manifestasi sebuah cinta?
“O, aku sangat cinta padamu sayang, apa saja kehendakmu akan saya belikan…dllsb.nya.”
“Dinda juga sangat cinta kepada kandaku sayang dan janganlah kanda berniat hendak berbini seorang lagi, dsbnya. Itukah gambaran sebuah cinta dalam sebuah rumah tangga?
Cinta itu bukan diucapkan dengan lidah dan bibir. Cinta yang diucapkan dengan lidah dan bibir itu adalah cinta yang dipoles-poles, atau cinta imitasi, yang palsu. Sebab lidah ini dalam sehari bisa bercabang-cabang sampai berkali-kali. Dan bibir itu bisa pula disuruh mengucapkan apa saja yang disukai.
Tetapi cinta sejati antara suami istri dilukiskan dengan perbuatan, dengan gerak-gerik, dengan tingkah laku, pokoknya tidak dengan kata-kata. Dan bukan saja kelihatan meladeni di atas ranjang tetapi adalah pada setiap pelosok rumah tangga. Rumah tangga seorang istri yang selalu porak poranda, itu menandakan bahwa ia tidak cinta kepada suaminya. Pakaiannya sering setiap hari tidak beraturan sehingga tidak menarik itu juga tanda kekeringan cinta dalam rumah tangga. Sepasang suami-istri yang munafik sama-sama tidak membuat ibadat, atau hanya seorang saja, itu memberi tanda bahwa cinta-kasih terhadap Tuhan akan memupuk kasih-cinta dalam sebuah rumah tangga.
Jadi bercinta-cintaan adalah mudah, tetapi memupuk rasa cinta inilah yang sukar. Memupuk cinta-kasih dalam rumah tangga mencakup semua masalah hidup dalam rumah tangga itu, mulai hal yang kelihatannya sepele sampai kepada yang penting. Suami istri yang tak bisa memupuk cinta itu, rumah tangga mereka sudah memperlihatkan lampu merah. Tanda mara bahaya. Dan kalau tidak lekas dapat pertolongan rumah tangga itu bisa berantakan. Bagaimana harus memupuk cinta-kasih itu sangat luas dan banyak sekali ragamnya. Sebab pupuknya bukanlah pupuk yang dihasilkan oleh Pabrik Pusri di Palembang tetapi adalah yang diciptakan oleh rasa kesadaran dalam diri seseorang. Bahagialah sebuah rumah tangga yang secara kontinu dapat memupuk rasa cinta timbal balik antara kedua mereka. Mereka harus mengetahui antara hak dan kewajiban kedua belah pihak, baik ditinjau dari segi Agama, segi ekonomi, segi seks, segi kehidupan dan lain-lain lagi. Bila seorang suami hanya menuntut haknya saja tetapi tidak memenuhi kewajibannya akan berantakanlah rumah tangga itu. Demikianlah pula sebaliknya.
Dan kapan cinta sepasang suami-istri itu harus ditanamkan? Sebelum kawinkah atau sesudah kawin?
Sebagian pihak berpendapat bahwa cinta itu harus ada dan dikobar-kobarkan sebelum kawin. Sebelum kawin mereka diikat oleh tali percintaan dan sampai menjadi tali pertunangan dan barulah perkawinan dilangsungkan. Sepasang muda mudi yang katanya saling cinta dan sudah berjanji akan hidup berumah tangga, kelihatannya pasangan itu amat harmonis sekali. Sebab mereka berpendapat bahwa sebelum kawin mereka harus kenal calonnya sebaik-baiknya, calon istri dan calon suami. Tetapi bagaimana akan mengenal lebih jauh sebab sudah terang dalam periode itu masing-masing pihak hanya akan menonjolkan pekertinya yang baik-baik saja. Dan kalau sampai mereka kawin akan kelihatanlah apa yang selama ini ditutup-tutupi, baik aib lahir atau aib batin. Tahu-tahunya istri yang didapat dengan cinta itu tak bisa masak. Suka pengotor, suka ngeluyur dan sebagainya. Begitu pula dari pihak laki-laki. Dan mereka dari sehari ke sehari mulai bertambah renggang. Dan cinta mereka yang pada mulanya hangat sepanas 1000 derajat Celcius itu lama-lama menjadi dingin. Dan tali cinta yang pada mulanya kokoh sebagai rantai waja itu akhirnya retak dan putus.
Bagaimana akan menanamkan rasa cinta jika perhubungan masih dalam batas-batas tertentu. Mau bertindak lebih jauh didahulukan bajak dari jawi, si lelaki akan tahu moral calon istrinya rapuh. Dan ini sudah melanggar pula hukum Agama dan norma-norma kesusilaan. Andai kata berbuah, calon istri menjadi hamil, ada harapan si lelaki yang sudah mencicip itu akan terbang jauh dan tak kembali lagi. Resiko ditanggung sendiri oleh perempuan. Sebab kemudian akan ternyata bahwa cinta itu bukannya cinta sejati tetapi hanyalah cinta hawa nafsu.
Banyak pasangan yang menaiki tangga pelaminan yang kata mereka mempunyai cinta murni timbal balik tetapi dalam tempoh tak sampai setahun rumah tangga mereka sudah bobrok dan hancur. Itu disebabkan karena tak tahu cara pemupukan rasa cinta, -kalau memang ada,- dalam rumah tangga yang mereka bina. Penyebab utama kegagalan itu disebabkan karena sebelum memasuki dunia perkawinan keduanya buta dengan seks. Kurang dalam ilmu berumah tangga.hubungan seks hanya didasarkan atas naluri saja, tak ubahnya dengan hewan. Di sini sering terbentur sebuah bahtera rumah tangga.
Dan pada cinta sesudah kawin pula, banyak terjadi pasangan suami-istri yang kenal di pelaminan saja bahkan ada yang hanya dalam ranjang pengantin saja. Tetapi perkawinan mereka kekal dan dipenuhi rasa cinta yang sewajarnya ada dalam setiap pasangan suami istri. Sebab perkenalan mereka kian hari dapat dipupuk mereka dengan tak usah ragu-ragu mengenal lahir batin keadaan diri mereka masing-masing. Sebab seorang wanita kadang-kadang tidak menarik hanya pada kecantikannya saja, pada body-nya saja tetapi juga pada keadaan batiniahnya. Dan daya tarik inilah yang lebih mantap, lebih mesra, lebih berkesan, lebih hebat dan merupakan hubungan yang kuat antara mereka. Mereka bisa memadu cintanya sebab Jawi memang sudah di muka bajak. Apakah bajaknya baik, atau apakah jawinya bandel sudah dapat diketahui. Dan di mana ada kesalahan bisa diperbaiki.
Kita pernah melihat seorang istri yang hanya cinta sesudah kawin sudah menjadi kakek-kakek dan nenek-nenek, keduanya  masih saling cinta. Sebab ada daya tarik halus murni yang ada dalam diri mereka masing-masing. Pernah ada dua pasang manusia. Yang satu sebelum mereka kawin katanya sudah saling cinta. Tetapi perkawinan mereka ambruk pada rahun yang kedua. Dan pasangan lainnya tak pernah saling kenal, tetapi mereka sempat merayakan hari ulang tahun perkawinannya yang ke-25 dengan banyak anak dan banyak cucu. Cinta mereka dipupuk kemudian dalam rumah tangga mereka.
Sebagai sudah dikatakan pengucapan atau menifestasi cinta itu bukanlah diucapkan dengan kata-kata. Tetapi adalah dilukiskan dengan perbuatan, tingkah laku, gerak gerik, dan segala kegiatan dalam meladeni kedua belah pihak. Untuk merasakan cinta yang asli tidak saja harus dipergunakan panca indera yang keenam. Melihat istri tidak saja dengan mata kepala tetapi juga dengan mata hati. Mengucapkan cinta tidak dengan lidah dalam mulut tetapi lebih dengan lidah dalam hati. Kalau tak mampu maka cinta yang ditemui bukanlah cinta yang murni tetapi barangkali cinta monyet, atau cinta nafsu, pokoknya yang bukan tergolong dalam cinta yang suci.
Dan mana yang akan dipakai, terserah!!



Referensi :
Majalah  Nasehat Perkawinan Eds.Februari tahun 1976 
Sumber : lilinterachi.multiply.com


Minggu, 15 Juli 2012

" Ceria Lomba - 17 "




Hari Kemerdekaan RI sudah dekat, dan sudah menjadi menu wajib jika ada perayaan untuk memperingatinya, mulai gerak jalan sampai lomba meriah yang diikuti dengan antusias warga kampung ..bukan hadiah yang mereka cari ..tapi lebih sebuah rasa mempererat persaudaraan dan membaur satu sama lain ..


Wajah - wajah ceria anak - anak yang antusias mengkuti semua lomba ..menjadi warna tersendiri di setiap perayaan Hut RI setiap tahunnya, seakan mereka tak pernah kehabisan energi dan suara untuk ikut ambil bagian di setiap lomba ..


Bahagia jelas terpancar di wajah - wajah mereka,lomba sederhana yang menjadi berarti..bukan hadiah mewah yang mereka cari, bukan pula perasaan ingin selalu menang ..karena sejatinya mereka hanya ingin bermain dan menikmati semua itu.


Nilai perjuangan yang tersirat di setiap lomba yang diadakan menjadi pesan tersembunyi yang dibalut canda tawa dan kesederhanaan pikiran.


Semangat pantang menyerah, keberanian dan saling tolong menolong merasuk perlahan di dalam benak anak - anak ini.
Inilah modal awal yang diperlukan untuk meraih cita - cita kalian kelak ..














Teruslah tersenyum dan semangat menggapai semua mimpimu, jadilah pejuang - pejuang kecil yang gagah meraih semua cita dan mimpimu ..








~ Safitri ~












Sabtu, 14 Juli 2012

Blog Miss Fitri: " Sejauh Kapal Berlabuh "

Blog Miss Fitri: " Sejauh Kapal Berlabuh ": Ketika ..segala sesuatu dipertanyakan ..dan berasa wajib diperdengarkan ..maka yang spesial akan kehilangan makna dan kata .. Biarl...

" Sejauh Kapal Berlabuh "




Ketika ..segala sesuatu dipertanyakan ..dan berasa wajib diperdengarkan ..maka yang spesial akan kehilangan makna dan kata ..

Biarlah sang waktu terus menari di kubangan hari yang terhiasi indah senyum dan pertengkaran - pertengkaran kecil yang mewarnai pelangi hidup ..
Biarkan kapal kecil itu menari di samudera takdir yang sudah ditetapkan jalan dan tempat berlabuhnya ..usah risaukan para geladak dengan segala riang dukanya ..mereka baik - baik saja ..

Menerima ..ya menerima ..bisa diartikan  sebagai sebuah ikatan antara nahkoda dan awak kapalnya ..yang terselubung kuat kepercayaan dan terkunci kesetiaan doa ...sehingga tak perlu banyak kapal lain tahu dimana akhir ujung perjalanan kapal kecil ini ..karena badai mengajarkan kekuatan ...gemuruh mengajarkan sabar ..dan hujan mengajarkan keikhlasan ..

Yakinlah padaku ..kapal ini akan menembus awan dan menyibak sejuk sinar mentari  berhias pelangi ..


~14/07/12~

Selasa, 26 Juni 2012

rindu memoriku


KETIKA RAMADHAN

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba ,,..ada sedikit rasa rindu suasana ramadhan tempo dulu ..jika dahulu ketika bulan ramadhan tiba semua semangat berpuasa bersama - sama dan malamnya berangat sholat tarawih bersama - sama, saling membangunkan di waktu sahur hingga akhirnya merayakan Idul Fitri bersama , saling berjabat tangan memenuhi lapangan masjid dan pulang dengan senyuman ramai di jalan pulang ke rumah.

 Suasa religius masih begitu kental dan belum banyak terkena polusi modernisasi dan hiruk pikuk aktivitas duniawi. Jika di masa sekarang kita menunggu waktu berbuka dengan menonton acara televisi maka di waktu lampau kita perlu iri dengan aktivitas orang - orang jaman dahulu yang menghabiskan waktu menunggu " dung " dengan ramai - ramai pergi ke mushala / masjid dan bertadarus bersama, atau paling tidak duduk - duduk bersama bergerombol di halaman rumah dengan sanak saudara dan  tetangga sekitar dan segera kembali pulang kerumah ketika " srengenge ambles " pertanda hari sudah sore dan adzan maghrib kurang beberapa menit lagi ..

Menyenangkan mengingat bijaknya orang - orang jaman dulu yang selalu hidup penuh syukur meskipun hidup sederhana dan sering " nrimo " banyak / sedikit penghasilan mereka ..sehingga seolah - olah tidak nampak ada kesenjangan sosial yang berarti karena rata - rata mereka mengalami hal yang serupa.

Lebaran bagi orang - orang jaman dulu bukanlah ajang pamer materi dan pamer baju karena kesederhanaan yang mereka miliki mewarnai tiap - tiap lembar sendi aktivitas yang dilakukan..sehingga suasana lebaran yang bermewah - mewah tak akan pernah kita jumpai seperti sekarang ,..Mungkin di tiap - tiap rumah mereka tersaji toples - toples sederhana bekas blek  kaleng roti bahkan toples yang tutupnya pecah dan dtutup solasi ..dan jangan dibayangkan isinya adalah kue - kue enak yang biasa kita temui setiap lebaran datang. Mereka mengisi toples - toples sederhana mereka dengan krupuk bangjo (krupuk warna merah dan hijau ) , rengginan ( jajanan dengan bahan dasar ketan yang dikeringkan ), bolu cuplik ( bolu kecil - kecil ), jenang,kacang . Yang mana semua makanan itu mereka buat sendiri secara rame - rame ..terasa sekali suasana kekeluargaan yang kental .

Tradisi bersilahturahmi yang mengular dan tumplek bleg  selepas sholat - Id adalah pemandangan yang jarang kita temui sekarang,..bahkan jika dahulu ada tradisi berkunjung ke rumah - rumah seseorang yang dituakan dan mengunjungi semua rumah tetangga adalah sebuah kewajiban bagi mereka maka hal itu berganti dengan acara halal bihalal di suatu tempat dan sedikit sekali acara mengunjungi rumah tetangga ..

Setiap masa memiliki cerita dan kenangannya sendiri ..dengan melihat warna - warna setiap masa , semoga kita bisa menjadi lebih bijak memaknai kehidupan.



Kamis, 21 Juni 2012

FATAMORGANA



Andai  Aku  Jalan Kaki
Masihkah Kau Mencintaiku ... ??

Sudah beberapa tahun sejak kejadian itu ,..kini aku punya segalanya. Hampir semua yang diimpikan rata – rata tiap lelaki,..rumah mewah , mobil premium , tabungan yang lumayan besar  hingga mesin ATM sering mengirimkan pesan  “ Rekening yang Anda tuju sudah penuh  ,... “.  Hampir semua yang aku inginkan sekarang bisa aku dapatkan dengan mudah,.. .
Ya,.. akulah sang kaya raya itu, yang sukses  di masa mudaku, .. dengan begitu banyak sahabat dan teman di selilingku, dari yang begitu dekat atau hanya sekedar say hello ..menyapa dengan sedikit basa – basi . Mereka selalu welcome untukku ..dan memberikan pelayanan terbaiknya padaku.
Nyaman sekali rasanya ..aku bahkan menjadi casanova di mata gadis – gadis di sekitarku,..ada yang dengan blak – blakan ..menyatakan perasaanya ,..bukan hanya sekali, tetapi berkali – kali hingga aku malas mengingat siapa saja mereka ..bahkan ada yang menawarkan diri siap memenuhi kebutuhanku apa pun, kapan pun ..full service ! . Benar – benar Co sweet ..banget ..!! jadi diriku.
Tapi ketika aku dalam kesendirianku ..semua hal itu sirna ..ku merenung dalam diam ..benarkah semua ini karena aku ! Murni tanpa kepalsuan ?? atau hanya fatamorgana belaka yang hilang dalam sekejab ketika semuanya menjadi tidak indah lagi ..sebuah renungan yang menghantam jiwa ,..sisi jiwaku yang lain berontak mempertanyakan dimensi diriku yang lain .. “ Benarkah aku Bahagia ?? “.
Keberadaan mereka yang senantiasa di dekatku, yang selalu ada dan tampak tak pernah bosan mengelilingiku...tuluskah mereka padaku ..??. Tuluskah mereka melakukan semua itu demi diriku ..tanpa embel – embel  apapun .. ** Ya Tuhan ..aku bersyukur pada – Mu ..karena telah memberikan semua karunia  yang melimpah padaku, dan sungguh sangat mudah bagi – Mu membalikkan semua itu dalam hitungan detik ..dan membuatku  “ Don Juan “  menjadi seorang  “ Pecundang penuh hutang dan masalah“.
Suatu keadaan yang benar – benar berbanding terbalik seperti layaknya sebuah roda kehidupan yang terus berputar,..dan “ Seandainya suatu saat aku berjalan kaki di bawah terik matahari, bermandi keringat , menahan lapar dengan dompet yang isinya tidak seberapa ..” masihkah kalian tersenyum , menyapa dan menyambut hangat diriku ...sebagai seorang manusia ..??.  Masih adakah engkau  disaat aku terpuruk dalam dukaku ..??
***** Kini kurasakan kau meninggalkan diriku dalam duka dan kesendirianku .. “Mana kata – kata mu dulu .. “ Cinta sampai mati ku untuku mu “  hmmm ...baru kini ku sadari hanya  segelintir orang yang menemaniku ,... yang berada di dalam rumahku yang mampu melakukan itu semua .. mereka yang  benar – benar mengenalku dan mengetahui bagaimana perjuangan , tangisku bahkan keluh kesahku meraih semua sukses itu lagi.
Mereka yang benar – benar tulus dan memberikan cinta sejatinya tanpa pamrih , mau mengalah atas ego – ku , tingkah burukku dan selalu membuka pintu maafnya ..bahkan sebelum aku sempat meminta maaf dari mereka .. Itulah Hartaku ..sekarang ..Cintaku yang sejati, .. cinta yang tak bisa terbeli bahkan oleh intan permata .. .
Dan kelak jika  kalian hadir  kembali dalam lingkaran kehidupan ku ..maka hanya satu hal yang ingin aku pastikan .. “ Maukah kalian menjadi cinta sejatiku ..?? “. Karena pahitnya hidup membantuku menemukan hal termanis yang tidak pernah aku sadari sebelumnya .. .











`safitri/20.6.12’