Setetes Embun
Hari ini 14 Maret 2012, ada siraman rohani atau bahasa gaulnya " tausiah " dari seorang Ustad yang sengaja didatangkan ke kantor dan kemungkinan akan diagendakan rutin. Awal mulanya tausiah berlangsung datar - datar saja , sampai pada suatu bahasan yang menurutku " mirip yang sedang aku alami belakangan hari ini ". Beliau membahas tentang balas budi, sifat sabar dan yang paling unik ketika ada yang bertanya tentang Hukum Karma hehe ,...
Tausiah ini serasa seperti tetes embun yang menyejukkan bagiku, dimana hal serupa terjadi padaku belakangan ini , hal yang paling berkesan adalah saat beliau mengungkapkan jika " Kebaikan kita mungkin tidak berguna bagi orang lain dan kita merasa marah karenanya, maka hal itu jelas salah karena kebaikan yang kita buat akan berdampak kepada diri kita sendiri, begitu pula jika kita memutuskan untuk berbuat jahat kepada orang lain maka secara tidak sadar kita juga akan mencelakakan diri kita sendiri ". Dari sini aku menyimpulkan bahwa Allah senantiasa adil kepada hamba - Nya, bahkan kebaikan sekecil apapun akan dijamin balasannya di akhirat kelak.
Sungguh suatu pencerahan dimana terkadang kita sering tersulut emosi ketika secara tidak sadar sahabat, teman bahkan saudara menjadi pribadi - pribadi yang kita anggap begitu menyebalkan,..Anda mungkin seperti saya waktu itu, yang merasa dikhianati karena teman sendiri justru mencelakakan kita secara terang - terangan, sebagai seorang manusia saya pun marah kala itu tetapi setelah merenung beberapa waktu dan mendapat pencerahan hari ini, maka saya bisa berkata pada diriku bahwa " Masalah yang datang padaku di waktu lampau bisa terjadi atas izin -Nya dan pencerahan yang kudapat hari ini juga atas restu dari - Nya...jadi apa yang perlu aku takutkan .. Semua akan baik - baik saja,saya hanya perlu berpegah teguh pada- Nya saja dan karena saya memiliki -Nya maka masalah yang datang menjadi hal yang manis bagiku ".
Setetes embun yang manis di siang hari yang terik, menghapus dahaga resah dan perasaan tak berdaya dari seorang manusia akhir zaman, yang penuh dengan kekurangan dan keterbatasan diri, hanya demi memperjuangkan sebuah harapan yaitu " Kebahagiaan ".
_ cherys_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar